Jepang Desak China Bebaskan Ilmuwan Dituduh Mata-mata

CNN Indonesia | Jumat, 25/10/2019 05:11 WIB
Jepang Desak China Bebaskan Ilmuwan Dituduh Mata-mata Ilustrasi. (Istockphoto/chinaface)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, mendesak pemerintah China untuk membebaskan seorang warganya yang ditahan dengan tuduhan melakukan kegiatan mata-mata. Dia menyampaikan hal itu langsung kepada Wakil Presiden China, Wang Qishan, saat melawat ke Negeri Sakura.

"Kami berharap tanggapan yang positif dari China terkait penahanan seorang warga Jepang," kata Sekretaris Kabinet Jepang, Yoshihide Suga, seperti dilansir AFP, Kamis (24/10).


Warga Jepang yang ditahan adalah seorang lelaki yang menyandang gelar profesor di Universitas Hokkaido. Namanya sampai saat ini tidak disebutkan.


Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying, mengatakan tidak mengetahui secara rinci kasus itu. Dia hanya menyatakan pemerintah bakal menangani pelanggaran yang dilakukan warga asing sesuai hukum yang berlaku.

"Kami berharap pemerintah Jepang untuk mengingatkan warganya supaya menghormati hukum dan aturan yang berlaku di China dan tidak melakukan aktivitas terlarang," kata Chunying.


Penangkapan terhadap warga Jepang diketahui telah terjadi selama beberapa kali. China dan Jepang selama ini terlibat sejumlah sengketa wilayah yang tidak kunjung diselesaikan.

[Gambas:Video CNN]

Dikutip Kyodo News dan Asahi Shimbun, setidaknya tercatat ada 13 warga sipil Jepang yang ditahan di China dengan berbagai tuduhan termasuk spionase pada 2015. Dua tahun kemudian, enam warga ditahan karena dugaan "aktivitas ilegal" yang tidak dijelaskan secara rinci. (ayp/ayp)