737 Max Kerap Kecelakaan, CEO Boeing Ajukan 'Potong Gaji'

CNN Indonesia | Rabu, 06/11/2019 05:52 WIB
737 Max Kerap Kecelakaan, CEO Boeing Ajukan 'Potong Gaji' CEO Boeing Dennis Muilenburg, (Jim WATSON / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Chairman Boeing yang baru, Dave Calhoun, mengatakan pejabat CEO perusahaan, Dennis Muilenburg, tidak akan mendapatkan sebagian besar pendapatannya pada 2019 dan 2020. Alasan pemangkasan itu karena banyaknya kritik kepada perusahaan setelah dua kecelakaan fatal pada pesawat 737 Max yang merenggut nyawa 346 orang.

CNN memberitakan pada Selasa (5/11), Calhoun menjelaskan pada sesi wawancara dengan CNBC, dia dipanggil Muilenburg pada akhir pekan lalu dan mengajukan dirinya tidak mendapatkan bonus dan keuntungan saham dari perusahaan pada tahun ini. Calhoun ditunjuk menjadi chairman pada bulan lalu, jabatan itu sebelumnya diduduki Muilenburg.

Boeing 737 Max telah dilarang terbang sejak Maret dan hal itu telah merugikan perusahaan hingga miliaran dolar Amerika Serikat. Kini Boeing juga bersiap membayar ganti rugi senilai US$5 miliar kepada konsumen dan juga kompensasi buat keluarga korban.


Keuntungan saham dan bonus merupakan sebagian besar pendapatan Muilenburg. Pada 2018 dia diberikan US$23,4 juta dari perusahaan, sebesar US$20,4 juta merupakan keuntungan saham dan bonus.

Calhoun mengatakan dewan direksi Boeing percaya Muilenburg telah melakukan segala hal saat krisis. Menurut dia Muilenburg merupakan orang yang tepat memimpin perusahaan.

"Dia telah mengatur kami kembali melayani," kata Calhoun.

Pada pekan lalu Muilenburg menghadapi pertanyaan keras dari anggota DPR dan Senat AS selama dua hari, termasuk soal pengunduran dirinya atau merelakan pendapatannya. Saat itu dia juga mengakui Boeing melakukan kesalahan desain pada 737 Max.

Pada akhir Oktober lalu Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah menjelaskan insiden naas 737 Max 8 dengan nomor penerbangan Lion Air JT 610. Insiden yang terjadi di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat pada 29 Oktober 2018 itu menewaskan 189 penumpang serta awak kapal.

KNKT menyimpulkan pilot kesulitan merespons fitur baru Maneuvering Characteristics Augmentation System (MCAS). Kondisi ini dipersulit ketiadaan petunjuk dalam buku panduan maupun pelatihan. (fea)