China Dukung Sikap Hong Kong Semakin Keras ke Demonstran

CNN Indonesia | Kamis, 07/11/2019 12:26 WIB
China Dukung Sikap Hong Kong Semakin Keras ke Demonstran Ilustrasi demonstran Hong Kong. (AP Photo/Kin Cheung)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Presiden China, Han Zheng, menyatakan mendukung tindakan lebih keras yang diambil untuk membuat jera demonstran Hong Kong. Dia beralasan aksi unjuk rasa yang berlangsung hampir enam bulan membuat perekonomian di kawasan itu terpuruk dan terancam terjebak dalam krisis.

"Kami sangat tegas mendukung pemerintah wilayah khusus untuk lebih proaktif dan menerapkan langkah yang efektif guna menyelesaikan masalah sosial," kata Han, seperti dilansir Channel NewsAsia, Kamis (7/11).


Pernyataan itu disampaikan Han ketika bertemu dengan Pemimpin Hong Kong, Carrie Lam, di Balai Tamu Negara Diaoyutai, Beijing. Menurut dia, aksi demonstrasi itu dianggap justru merusak prinsip 'dua satu negara, dua sistem' yang diterapkan di Hong Kong.


Han juga meminta pemerintah Hong Kong memecahkan masalah tingginya harga properti dan biaya hidup di kota itu. Hal yang terakumulasi bertahun-tahun ini dianggap turut memicu kerusuhan.

Partai Komunis China menyatakan tidak akan memberi toleransi terhadap demonstrasi yang menjurus kepada aksi separatis, sebab sejumlah aktivis saat ini menyuarakan tuntutan kemerdekaan Hong Kong. Menurut Han, aksi kekerasan yang terjadi selama ini sudah melewati batas hukum dan moralitas.

[Gambas:Video CNN]

Hong Kong terus dirongrong aksi demonstrasi. Meski RUU Ekstradisi sudah dinyatakan dicabut, tetapi hal itu belum juga meredam gejolak masyarakat.

Sebab, aktivis menyatakan sejumlah tuntutan mereka belum dikabulkan oleh pemerintah. Yakni penyidikan kekerasan polisi, memberi ampunan kepada ribuan aktivis yang ditangkap dan meminta Lam mundur dari jabatannya.

Para demonstran garis keras Hong Kong saat ini juga semakin beringas untuk menyerang polisi. Tidak hanya itu, mereka juga turut merusak sejumlah fasilitas umum dan toko atau kantor perusahaan yang terkait dengan China.

Di sisi lain, kelompok bertentangan juga kerap menyerang tokoh-tokoh masyarakat. Yang menjadi korbannya adalah politikus Junius Ho, aktivis hak asasi Jimmy Sham, dan perwakilan daerah Andrew Chiu.


China juga menuduh ada kekuatan asing yang menjadi dalang kerusuhan di Hong Kong. (ayp/ayp)