Batalkan Akreditasi Pengawas, Iran Genjot Pengayaan Uranium

AFP, CNN Indonesia | Kamis, 07/11/2019 20:17 WIB
Batalkan Akreditasi Pengawas, Iran Genjot Pengayaan Uranium Ilustrasi. Fasilitas nuklir di Bushehr. (Foto: AP Photo/Iranian Presidency Office, Mohammad Berno)
Jakarta, CNN Indonesia -- Iran menyatakan akan membatalkan proses akreditasi seorang pengawas nuklir dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Alasan pembatalan diduga setelah dia diduga membawa 'produk mencurigakan' hingga memicu alarm di pabrik pengayaan uranium Natanaz.

Organisasi Energi Atom Iran dalam sebuah pernyataan seperti mengutip AFP mengatakan pengawas yang tidak disebutkan identitasnya itu dilarang masuk ke area pabrik. Namun organisasi itu tidak menyebutkan secara spesifik apakah ada atau tidak barang milik si pengawas yang telah ditemukan.

Pihak organisasi kemudian melaporkan kejadian itu kepada Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dan mengabarkan bahwa akreditasi dari pengawas tersebut telah dibatalkan. Ia pun dilaporkan telah meninggalkan Iran dan pergi ke kantor IAEA di Wina, Austria tanpa ada kabar kapan ia akan berangkat.


Organisasi dijadwalkan akan mengirim perwakilan untuk merepresentasikan seluruh laporan terkait pembatalan tersebut.

Seorang sumber dari IAEA mengatakan setidaknya 35 anggota dewan gubernurnya akan mengadakan pertemuan khusus untuk melakukan pembahasan terkait Iran. Fasilitas nuklir milik Iran diketahui telah dipantau IAEA secara terus-menerus di bawah kesepakatan antara Iran dan negara-negara besar pada 2015 lalu.

[Gambas:Video CNN]

Pengayaan uranium di Fordo dilanjutkan

Sementara itu Iran tetap menggenjot upaya pengayaan uranium di fasilitas nuklir bawah tanah di Fordo, selatan Teheran mulai Rabu (6/11) tengah malam. Tahap pengayaan uranium disebut telah memasuki tahap lanjut, yakni menyuntikkan gas uranium hexafluoride ke dalam alat pemisah (centrifuge).

Tahap ini disebut bisa memperkaya uranium hingga 4,5 persen, melewati batas yang ditetapkan dalam kesepakatan nuklir 2015 (JCPOA) sebesar 3,9 persen.

Menurut juru bicara Departemen Energi Atom Iran, Behrouz Kamalvandi, proses pengayaan uranium terdiri dari beberapa tahap. Mereka menyatakan sudah berhasil memindahkan seluruh bahan baku ke Fordo.

"Kami menyuntikkan gas itu pada pukul 00.00 dini hari, dan butuh beberapa jam supaya stabil. Ketika pengawas Badan Energi Atom Dunia (IAEA) datang pada Sabtu mendatang, maka kami akan mencapai tingkat pengayaan 4,5 persen," kata Kamalvandi.

Upaya ini menuai reaksi dari Inggris, China, Prancis, Jerman dan Rusia yang meminta Iran untuk menunda upaya tersebut. Langkah untuk melanjutkan pengayaan uranium dikhawatirkan bisa memperkeruh pertikaian dengan Amerika Serikat dan membuat Iran kembali dijerat dengan sanksi. (flc/evn)