Sengketa Laut China Selatan, Jackie Chan Batal ke Vietnam

AFP, CNN Indonesia | Jumat, 08/11/2019 18:54 WIB
Sengketa Laut China Selatan, Jackie Chan Batal ke Vietnam Jackie Chan membatalkan kunjungan ke Vietnam terkait sengketa Laut China Selatan. (Foto: Frazer Harrison/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Aktor film laga, Jackie Chan membatalkan kunjungannya ke Vietnam. Chan semula dijadwalkan melakukan kunjungan ke Hanoi, Vietnam pada Minggu (10/10) untuk kegiatan penggalangan dana.

Ia memutuskan untuk membatalkan kunjungan setelah mendapat kecaman terkait klaim ekspansif China terhadap wilayah Laut China Selatan (LCS).

Dikutip AFP, Chan dijadwalkan hadir untuk mendukung acara penggalangan dana untuk Operation Smile, program operasi gratis bagi anak-anak yang memiliki cacat wajah. Chan membatalkan kunjungannya setelah ribuan pengguna Facebook mengirimkan berbagai pesan ke akun resmi acara tersebut.


Pengguna Facebook menyebut Chan secara tidak langsung menyatakan dukungan terhadap sembilan garis putus-putus milik China yang menunjukkan pembenaran sejarah terhadap klaim teritorial.

Aktor kelahiran Hong Kong tersebut tidak memberikan pernyataan terbuka terkait dukungan publik terhadap konflik wilayah antar beberapa negara dan wilayah tersebut.

Pihak penyelenggara kemudian membuat pernyataan resmi terkait pembatalan kedatangan Chan. Penyelenggara menyampaikan kepada publik Vietnam bahwa acara tersebut tidak ada unsur politis.

"Kami benar-benar meminta maaf. Operation Smile tidak akan menyelenggarakan kegiatan apapun dengan keterlibatan (Chan)," kata pihak penyelenggara.

Kecaman terhadap Chan menjadi bukti adanya tuduhan bahwa ia berpihak kepada China, di mana ia tertangkap menyebutkan demonstrasi demokrasi Hong Kong menyedihkan dan membuat muram. Komentar itu langsung memicu kemarahan di dalam Hong Kong dan diterima baik di China di saat yang sama.

[Gambas:Video CNN]

Permasalahan sengketa wilayah LCS terjadi di antara Vietnam, Malaysia, Filipina, Taiwan, Brunei, dan China di mana semua negara itu bersaing untuk memperebutkan klaim atas wilayah tersebut.

China mengklaim sebagian besar wilayah LCS berdasarkan peta tahun 1940-an ketika negara itu mengambil berbagai pulau yang sempat di bawah kendali Jepang.

Vietnam sendiri merupakan salah satu negara yang kritis terhadap China atas masalah LCS. Hal itu ditegaskan dalam pernyataan Kementerian Luar Negeri Vietnam yang telah berulang kali mengumumkan klaim atas wilayah laut tersebut.

"Dasar hukum penuh yang dimiliki Vietnam dan bukti nyata dapat menegaskan kedaulatan Vietnam," kata wakil juru bicara pemerintah, Ngo Toan Thang.

Permasalahan LCS telah berdampak pada beberapa sektor, termasuk di dunia hiburan. Salah satunya dengan adanya protes dari Vietnam yang mempermasalahkan sebuah map yang menunjukkan sembilan garis putus-putus yang ada di dalam film milik DreamWorks, 'Abominable'. Film itu dilaporkan telah ditarik dari pasaran pada awal bulan ini.

Selain Vietnam, 'Abominable' juga tidak disiarkan di Malaysia setelah pihak distributor menolak membuang adegan peta di dalam film tersebut serta memicu protes di Filipina.

Pada pekan ini, Amerika Serikat sempat menuduh China karena melakukan intimidasi terhadap beberapa negara kecil di LCS.
China dilaporkan telah membuat berbagai fasilitas militer dan pulau buatan di sekitar LCS. Tetapi pada tahun ini sebuah kapal survey dikirimkan ke LCS selama beberapa minggu telah diklaim milik Vietnam. (fls/evn)