"Dia sekarang dapat berpergian ke seluruh penjuru negeri (Kamboja)", ujar Juru Bicara Pengadilan Kota Phnom Penh kepada AFP, dikutip Minggu (10/11).
Sebelumnya, Kem Sokha ditahan karena dituduh ingin menggulingkan pemerintahan Perdana Menteri Hun Sen pada 3 September 2017 lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski dapat keluar rumah, pada keputusan pengadilan terbaru, Kem Sokha dilarang meninggalkan Kamboja dan mengikuti aktivitas politik.
Pengacara Kem Sokha, Pheng Heng mengonfirmasi hal tersebut dan menyebut sejumlah restriksi telah diangkat. Namun, larangan berpolitik masih belum jelas.
Kelompok kanan mengatakan sistem hukum di Kamboja saat ini diatur oleh Hun Sen.
Rainsy tinggal di Perancis sejak 2015 untuk menghindari penjara atas tuduhan yang disebutnya berlatar belakang politis.
Rainsy berencana bertemu dengan Dewan Rakyat Malaysia pekan ini. Namun, masih belum jelas bagaimana ia bisa kembali ke Kamboja. Ia juga tidak memberikan komentar terkait Kem Sokha.
Hun Sen sendiri telah meminta pemerintah negara anggota ASEAN untuk menangkap Rainsy yang dituding telah berupaya melakukan kudeta pemerintahan.
[Gambas:Video CNN]
Anggota Dewan Parlemen ASEAN untuk Hak Asasi Manusia dan mantan anggota dewan Filipina Teddy Baguilat menyebut keputusan pengadilan terkait Kem Sokha menyesatkan dan merupakakan upaya untuk menghindari sanksi.
"Ini merupakan langkah sinis lain yang dicoba Hun Sen dan menipu komunitas internasional," ujarnya.