Israel Bombardir Jalur Gaza, Relawan RS Indonesia Aman

CNN Indonesia | Selasa, 12/11/2019 22:52 WIB
Israel Bombardir Jalur Gaza, Relawan RS Indonesia Aman Ilustrasi serangan udara Israel di Jalur Gaza, Palestina. (AP Photo/Khalil Hamra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seluruh relawan pekerja proyek Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza, Palestina, dilaporkan dalam keadaan aman. Kondisi di wilayah itu memanas setelah militer Israel melancarkan serangan udara ke wilayah tersebut pada Selasa pagi waktu setempat dan menewaskan petinggi kelompok milisi Jihad Islam.

"Alhamdulillah semua relawan dalam kondisi baik. Meski terjadi serangan udara sejak subuh, tetapi aktivitas pembangunan tahap dua RS Indonesia tetap berlanjut, walaupun untuk pekerjaan area dalam saja," kata pengelola lokasi atau site manager RS Indonesia di Gaza, Edy Wahyudi, sebagaimana tercantum dalam pernyataan tertulis MER-C yang dilansir Antara, Selasa (12/11).


Edy mengatakan semua relawan yang berada di sana dalam kondisi baik. Seluruh aktivitas sementara terkonsentrasi di dalam area bangunan rumah sakit.


Saat ini, sebanyak 29 relawan Indonesia berada di Jalur Gaza untuk melakukan pengembangan RS Indonesia yang telah dibangun sejak sembilan tahun lalu.

Mereka membangun tambahan lantai ketiga dan keempat di RS tersebut. Saat ini, kata Edy, struktur bangunan telah selesai sepenuhnya dan pekerjaan arsitektur yang berjalan telah mencapai 56 persen dan pekerjaan mekanikal elektrikal mencapai 28 persen.

"Mohon doa dari rakyat Indonesia untuk rakyat Gaza dan kelancaran pembangunan tahap dua RS Indonesia," kata Edy.

Militer Israel membombardir kediaman petinggi Jihad Islam, Akram al-Ajouri, yang bermukim di Damaskus, Suriah. Serangan itu juga menewaskan anak laki-laki Ajouri, Muadh, dan seorang lainnya.

[Gambas:Video CNN]

Serangan terjadi usai bentrokan dalam peringatan kematian mendiang pemimpin Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Yasser Arafat.

Militer Israel juga turut meluncurkan serangan ke rumah pemimpin Jihad Islam, Baha Abu Al-Ata di distrik Shejayia, Jalur Gaza. Ata bersama istrinya dinyatakan tewas dalam serangan itu.

Ata telah lama menjadi incaran Israel yang menganggapnya sebagai dalang serangan roket yang mengarah ke wilayah Israel.

Israel juga menuduh Ata berada di balik setiap serangan penembakan dan drone selama ini.

Kematian Ata dilaporkan memicu tindakan balasan dari kelompok militan Palestina di Gaza. Mereka dilaporkan menembakkan sejumlah roket secara sporadis dari Gaza ke wilayah Israel.


Jihad Islam merupakan kelompok militan Palestina terkuat kedua yang bermarkas di Jalur Gaza setelah Hamas.

Kedua kelompok militan itu merupakan sekutu dekat. Hamas mengancam akan melakukan tindakan pembalasan terhadap serangan Israel tersebut. (Antara/ayp)