Kemlu: Tak Ada Dasar bagi RI Cegat Politikus Buronan Kamboja

AFP, CNN Indonesia | Kamis, 14/11/2019 18:18 WIB
Kemlu: Tak Ada Dasar bagi RI Cegat Politikus Buronan Kamboja Presiden Partai Penyelamat Nasional Kamboja (CNRP), Sam Rains. (Foto: AP Photo/Virginia Mayo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Luar Negeri menuturkan tak ada dasar bagi Indonesia menghalangi Presiden Partai Penyelamat Nasional Kamboja (CNRP), Sam Rainsy untuk berkunjung ke Jakarta.

Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN Jose Antonio Morato Tavares menuturkan pemerintah tidak berhak melarang setiap individu masuk dan berkunjung ke Indonesia jika mereka datang dengan dokumen dan izin lengkap.

"Saya baru dengar (Sam Rainsy ke Indonesia). Kalau dia datang kan berarti (dia datang) dengan paspor dan visa (sah). Indonesia menghormati masalah domestik setiap negara meski bukan berarti sepenuhnya kita tidak singgung. Seperti contohnya Myanmar kan kita ikut bantu juga. Tapi kalau ada orang berkunjung ke sini apa kaitannya dengan non-intervensi?" kata Jose usai menghadiri acara ASEAN Diplomatic Gathering di kantornya, Kamis (14/11).


"Contohnya, ketika ada individu datang ke Indonesia dan suatu negara minta kita melakukan sesuatu terhadap individu itu kan kita tidak bisa (melakukan apa-apa). Dasarnya apa?" papar Jose menambahkan.

Pernyataan itu diutarakan menyusul kabar kedatangan Sam Rainsy di Jakarta hari ini. Ia datang setelah pekan lalu wakilnya, Mu Sochua, datang ke Jakarta dan menggelar jumpa pers di Hotel JS Luwansa.

Kegiatan Mu Sochua itu menimbulkan protes dari Kamboja. Phnom Penh bahkan melayangkan protes berisikan kekecewaan karena Jakarta masih memberi izin masuk "buronan" Kamboja.

[Gambas:Video CNN]

Phnom Penh memang menganggap Mu Sochua dan seluruh tokoh CNRP sebagai buronan lantaran partainya sudah dibubarkan dan dinyatakan sebagai organisasi terlarang.

Duta Besar Kamboja untuk Indonesia, Hor Nambora, bahkan sempat menginterupsi jumpa pers Mu di Jakarta. Nambora menyebut Mu Sochua adalah buronan dan seorang kriminal di depan wartawan sebelum jumpa pers dimulai.

Pemerintah Kamboja juga sudah pernah meminta supaya seluruh negara anggota ASEAN untuk melarang seluruh tokoh politik yang berseberangan untuk singgah.

Namun, Jose mengaku belum mengetahui tuntutan Kamboja tersebut.

"Isu ini tidak pernah diangkat di ASEAN, tapi bisa saja isu ini diangkat dari jalur-jalur lainnya yang saya tidak tahu," papar Jose.

Sejumlah media asing juga sempat memberitakan bahwa otoritas Indonesia melarang Sam Rainsy masuk. Padahal, menurut kicauan Sam sendiri d Twitter, kedatangannya ke Jakarta tertunda karena ia tertinggal pesawat dari Kuala Lumpur, Malaysia. (rds/evn)