Kilas Internasional

Buronan Politik Kamboja ke Jakarta hingga Trump soal Diktator

CNN Indonesia | Kamis, 14/11/2019 06:35 WIB
Buronan Politik Kamboja ke Jakarta hingga Trump soal Diktator Tokoh oposisi politik Kamboja, Sam Rainsy. (AP Photo/Virginia Mayo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tiga tokoh politik buronan Kamboja tetap berusaha ke Jakarta hingga Donald Trump menyebut diktator bebas masuk Amerika Serikat karena untungkan negara, meramaikan berita internasional, Rabu (13/11).

1. Tiga Tokoh Politik Buronan Kamboja Tetap Berusaha ke Jakarta

Tokoh oposisi sekaligus pendiri dan pelaksana tugas Presiden Partai Penyelamat Nasional Kamboja (CNRP), Sam Rainsy, dilaporkan tetap berusaha menuju Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta, hari ini, Rabu (13/11). Namun, dia menyatakan tertinggal pesawat dan harus menunggu sampai jadwal keberangkatan esok hari.


Pemerintah Kamboja sudah pernah meminta supaya seluruh negara anggota Asosiasi Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) untuk melarang seluruh tokoh politik yang berseberangan untuk singgah.


2. Pakistan Pamer Patung Pilot India yang Jatuh di Kashmir

Pakistan memamerkan patung pilot Angkatan Udara India yang pesawatnya ditembak jatuh di wilayah Kashmir di sebuah museum di Karachi.

Patung Komandan Sayap Abhinandan Varthaman itu dipajang di galeri Operasi Swift Retort milik Angkatan Udara Pakistan. Dikutip dari AFP, beberapa bagian badan dan ekor pesawat Mig-21 yang hancur saat pertempuran pada Februari lalu itu ikut dipamerkan.


Namun, pameran patung itu membuat masyarakat India marah, sebab mereka menganggap Varthaman sebagai pahlawan.

3. Trump Sebut Diktator Bebas Masuk AS karena Untungkan Negara

Presiden Amerika Serikat Donald Trump lagi-lagi membuat pernyataan kontroversial di depan publik.

Ia menyampaikan pidato dalam forum bisnis Economic Club di New York, Trump memamerkan pencapaian ekonomi Amerika Serikat. Menurut Trump, pemerintahannya banyak memberikan kontribusi terhadap penguatan ekonomi Negeri Paman Sam

[Gambas:Video CNN]

Ia juga memaparkan bahwa pemimpin dunia banyak yang memberikan ucapan selamat kepadanya karena perekonomian AS yang kuat bertahan di tengah situasi politik internasional yang tidak pasti saat ini.

Tak hanya itu, Trump bahkan menegaskan dia tak masalah jika harus bertemu dengan para pemimpin dunia yang diktator selama itu menguntungkan Amerika. (dea)