Kakek 70 Tahun Tewas Tertimpuk Batu-bata Saat Demo Hong Kong

CNN Indonesia | Jumat, 15/11/2019 10:30 WIB
Kakek 70 Tahun Tewas Tertimpuk Batu-bata Saat Demo Hong Kong Ilustrasi demo Hong Kong. (AP Photo/Kin Cheung)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang pria berusia 70 tahun tewas karena lemparan batu bata dalam unjuk rasa pro-demokrasi berujung rusuh di Hong Kong pada Rabu (13/11).

Dikonfirmasi oleh juru bicara rumah sakit, pria tersebut meninggal pukul 10.51 waktu setempat di Rumah Sakit Prince of Wales.

Dikutip dari CNN, Jumat (15/11), polisi memastikan korban bukanlah pengunjuk rasa. Ia adalah relawan yang secara sukarela membantu membersihkan jalanan dari batu bata yang dilempari para pengunjuk rasa.



Ketika tengah beristirahat makan siang, batu bata yang dilemparkan oleh perusuh justru mendarat ke kepalanya. Aksi ini sempat terekam kamera, di mana terlihat para pengunjuk rasa saling lempar batu bata sebelum seorang pria terjatuh di tengah kerusuhan.

Ini kali kedua demonstrasi anti-pemerintah di Hong Kong, yang terus bergejolak hingga enam bulan belakangan, memakan korban jiwa.

Pada Jumat pekan lalu Chow Tsz-lok, seorang mahasiswa berusia 22 tahun dinyatakan meninggal dunia. Chow terluka parah di kepala karena terjatuh ketika melakukan aksi protes.

Sejak kematian Chow Tsz-lok, intensitas kerusuhan demonstrasi di Hong Kong makin menjadi-jadi. Jumlah korban dengan luka kritis meningkat. Per hari Rabu setidaknya 67 orang tercatat dirawat di rumah sakit karena terluka dalam aksi protes.

[Gambas:Video CNN]

Seorang bocah laki-laki berusia 15 tahun masih dalam kondisi kritis setelah kepalanya diduga terhantam tabung gas air mata.

Awal pekan ini seorang pengunjuk rasa juga dilaporkan kena sasaran tembakan polisi. Kemudian seorang pria dibakar hidup-hidup di tengah aksi demonstrasi.

Presiden Tiongkok Xi Jinping sempat mengancam keberadaan sistem "satu negara, dua sistem" yang berlaku di kota Hong Kong. Seperti diketahui Hong Kong dikembalikan ke Tiongkok oleh Inggris dengan sistem ini, di mana Hong Kong menjadi bagian dari Tiongkok namun bisa memiliki otonomi sendiri.


Ketika berbicara di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS di Brasilia, Brasil pada Kamis kemarin Xi mengatakan pemerintah Hong Kong harus memulihkan ketertiban dan mengakhiri kekacauan sesegera mungkin.

"Kami akan terus mendukung pemimpin eksekutif [Hong Kong] secara tegas memimpin pemerintah HKSAR untuk memerintahkan dasar hukum. Dengan tegas mendukung angkatan kepolisian Hong Kong untuk memperkuat penegakan hukum. Dan dengan setia mendukung badan-badan pengadilan Hong Kong untuk menghukum para penjahat dengan kejam," katanya.


Xi mengatakan pihaknya bertekad penuh untuk melindungi kedaulatan nasional dan menerapkan kebijakan "satu negara, dua sistem". Dengan itu ia menentang pihak manapun mencampuri permasalahan di Hong Kong. (fey/dea)