Iran Pastikan Tolak Pembicaraan Terkait Program Misil

tim, CNN Indonesia | Jumat, 15/11/2019 14:29 WIB
Iran Pastikan Tolak Pembicaraan Terkait Program Misil Salah satu pabrik nuklir milik Iran. (Foto: AP Photo/ISNA, Hamid Foroutan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Iran memastikan akan menolak segala bentuk pembicaraan mengenai program misil. Hal itu diungkapkan oleh Komandan Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) Hossein Salami.

Salami mengatakan Iran tidak akan berhenti meningkatkan kemampuan pertahanannya.

Disinggung soal kemungkinan Iran menjalin pembicaraan dengan kekuatan dunia mengenai program rudal untuk meringankan sanksi terhadap negara tersebut, ia menegaskan hal itu tak akan terjadi.


"Kami tidak akan pernah berhenti atau mundur ketika ketika menyinggung upaya peningkatan kemampuan pertahanan. Topik ini adalah salah satu garis merah kami yang tidak dapat didiskusikan, disesuaikan, dihentikan, atau dikendalikan," tutur Salami.

Mengutip Al Arabiya, Salami juga mengatakan jika pihaknya mengalami kemajuan tak terkendali. Kendati tidak dirinci bidang apa yang dimaksud.

"Kami meyakinkan bangsa Iran bahwa angkatan bersenjata negara dan IRGC memiliki potensi dan kapasitas untuk menghadapi musuh, tidak peduli seberapa hebatnya," ujar dia.

"Bangsa [Iran] harus tenang dan hidup dengan ketenangan pikiran karena kami mampu menghancurkan musuh," ucapnya.

[Gambas:Video CNN]

Pernyataan Salami merupakan buah kelanjutan program misil setelah Amerika Serikat (AS) menyatakan menarik diri dari perjanjian nuklir pada 2018 lalu. Keputusan AS tersebut menjadi keuntungan bagi Iran yang mulai memberlakukan kembali sanksi terhadap Teheran.

Washington hendak menegosiasikan kesepakatan yang lebih luas untuk membatasi kerja nuklir Iran, menyetop program rudal balistik dan membatasi campur tangan dalam urusan negara-negara di Timur Tengah.

Beberapa pejabat tinggi dan komandan militer di beberapa kesempatan mengesampingkan kemungkinan perundingan terkait program rudal Iran.

Komandan angkatan laut IRGC Alireza Tangsiri mengatakan pada September bahwa program rudal Iran sedang berkembang dan merupakan 'garis merah' untuk negosiasi.

Sementara pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei pada Juni lalu menekankan bahwa pihaknya tidak akan menghentikan program misil. Ia berkeras bahwa AS tidak akan menghilangkan kemampuan program rudal Iran. (evn/evn)