Polisi Italia Gagalkan Upaya Pembentukan Partai Neo Nazi

CNN Indonesia | Jumat, 29/11/2019 12:06 WIB
Polisi Italia Gagalkan Upaya Pembentukan Partai Neo Nazi Ilustrasi lambang Partai Nazi Jerman. (Kenzo TRIBOUILLARD / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian Italia berhasil membongkar rencana kelompok sayap kanan yang hendak membangkitkan kembali partai yang mengusung ideologi Nazi. Mereka menangkap 19 orang di berbagai lokasi dalam penyelidikan yang sudah digelar selama hampir dua tahun.

Seperti dilansir CNN, Jumat (29/11), sejumlah orang yang ditangkap itu adalah penganut ideologi sayap kanan. Kepolisian menyatakan mereka hendak mendirikan sebuah partai yang berideologi seperti Nazi, yang anti terhadap orang asing dan memusuhi kaum Yahudi dengan nama Partai Buruh Nasional Sosialis Italia.


Menurut aparat, saat menggeledah rumah para tersangka mereka menemukan sejumlah senjata api dan senjata tajam yang disembunyikan. Di samping itu, mereka turut menyita beberapa buku dengan materi berisi pemikiran mendiang pemimpin Nazi Jerman, Adolf Hitler, dan mantan diktator Italia, Benito Mussolini.


Penyelidikan yang dilakukan oleh Jaksa Penuntut Umum Bidang Anti-Mafia dan Anti-Terorisme Distrik Caltanissetta. Menurut mereka, para tokoh sayap kanan Italia itu merekrut dan melatih anggota melalui media sosial.

Aparat penegak hukum setempat menyatakan kelompok neo-Nazi itu juga sudah berjejaring dengan rekan-rekan yang memiliki ideologi serupa dari negara Eropa lainnya. Yakni Inggris, Prancis, dan Portugal.

[Gambas:Video CNN]

Menurut penyidik, salah satu tokoh neo-Nazi itu adalah mantan petinggi kelompok mafia dari Calabria, Ndrangheta, dan pernah menjadi anggota dewan perwakilan rakyat dari Partai Forza Nuova yang mengusung ideologi neo-fasisme di wilayah Liguria.

Beberapa tersangka lainnya menggunakan nama samaran "Nyonya Hitler" dan "Sersan Mayor Hitler".

Menurut Undang-Undang Scelba 1952, penduduk Italia dilarang membangkitkan kembali ideologi atau membentuk Partai Fasis yang dibubarkan. Namun, sejumlah anggota partai politik di Negeri Pizza masih mempertahankan nilai-nilai fasisme.


Warga Italia dan asing yang memperagakan salam fasis juga bisa ditangkap. Namun, pemerintah tidak melarang penjualan memorabilia yang berbau fasisme atau foto Mussolini. (ayp/ayp)