Dilansir AFP, Bandara yang berada di Ibu Kota Manila itu rencananya akan ditutup mulai Selasa (3/12) pukul 11 pagi waktu setempat atas alasan keamanan. Bandara diperkirakan akan dibuka kembali pada pukul 11 malam, namun masih mempertimbangkan aspek kondisi cuaca terkini.
Ahli ramalan cuaca memperkirakan hujan lebat dan kekuatan angin hingga 155 kilometer per jam dan hembusan maksimum 235 kilometer per jam ke arah barat laut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip Strait Times, seorang warga di provinsi Sorsogon, selatan Luzon dilaporkan meninggal dunia.
[Gambas:Video CNN]
"Kami masih melihat kerusakan akibat badai. Di beberapa lokasi, ketinggian air mencapai atap rumah, pohon tumbang, dan aliran listrik dipadamkan," kata tim penyelamat, Luisito Mendoza.
Hujan lebat dan angin kencang menghantam Filipina sejak Sabtu (30/1) malam dengan kecepatan 170 kilometer per jam dan kecepatan angin setelahnya maksimum 140 kilometer per jam.
Dalam setahun Filipina rata-rata dihantam 20 badai dan topan. Sejauh ini, topan Haiyan yang terjadi pada 2013 tercatat sebagai badai mematikan yang terjadi di Filipina dengan lebih dari 7.300 tewas. (evn)