Raja Salman Kecam Militer Saudi yang Tembaki Pangkalan AS

CNN Indonesia | Sabtu, 07/12/2019 09:40 WIB
Raja Salman Kecam Militer Saudi yang Tembaki Pangkalan AS Raja Salman menelepon Donald Trump untuk menyampaikan kecaman atas penembakan di pangkalan angkatan laut Amerika Serikat oleh personel militer Arab Saudi. (AFP Photo/Stringer)
Jakarta, CNN Indonesia -- Raja Salman menelepon Presiden Donald Trump untuk menyampaikan kecaman atas penembakan ke pangkalan angkatan laut Amerika Serikat oleh personel militer Arab Saudi yang menewaskan tiga orang.

"Dia [Raja Salman] memastikan bahwa pelaku kejahatan ini tak mewakili rakyat Saudi," demikian pernyataan pemerintah Riyadh melalui Badan Pers Saudi (SPA) pada Jumat (5/12).

SPA melaporkan bahwa selain menewaskan tiga orang, penembakan di Florida itu juga melukai delapan orang lainnya.
Raja Salman pun memastikan bahwa Saudi mendukung penuh Amerika Serikat dalam proses penyelidikan insiden tersebut.


"Ia memerintahkan pasukan keamanan Saudi bekerja sama dengan badan-badan Amerika untuk menggali informasi yang bisa membantu mengungkap latar belakang dibalik insiden yang disesalkan ini," tulis SPA.

Sebagaimana dilansir AFP, penembakan tersebut terjadi di satu ruang kelas di Pangkalan Udara Pensacola di Florida.

Gubernur Florida, Ron DeSantis, mengatakan bahwa pelaku yang akhirnya dilumpuhkan oleh kepolisian AS itu merupakan bagian dari angkatan udara Saudi.

[Gambas:Video CNN]

Penembakan ini terjadi ketika pemimpin defacto Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MbS), sedang berupaya memodernisasi negaranya yang selama ini dikenal sangat konservatif.

Ia juga berupaya keras untuk memudarkan reputasi Saudi sebagai eksportir ideologi terorisme.

Citra tersebut mulai terbentuk setelah terungkap fakta bahwa 15 dari 19 orang yang terlibat dalam teror 11 September 2001 merupakan warga negara Saudi, beberapa di antaranya sedang belajar di sekolah penerbangan di Florida. (has/has)