Saudi Kini Izinkan Pria dan Wanita Duduk Satu Meja di Kafe

CNN Indonesia | Senin, 09/12/2019 16:56 WIB
Pemerintah Arab Saudi menghapus aturan pemisahan gender di restoran. Kini wanita dan pria non-muhrim di Saudi bisa duduk satu meja di kafe. Ilustrasi perempuan Arab Saudi. (FAYEZ NURELDINE / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Arab Saudi menghapus aturan pemisahan gender di restoran dan kafe. Keputusan ini mengakhiri pembatasan konservatif yang telah berlaku selama beberapa dekade.

Dengan demikian, kini wanita di Arab Saudi tidak perlu lagi masuk ke restoran dari pintu terpisah. Wanita dan pria juga bisa duduk satu meja di kafe.

Dikutip dari Associated Press, keputusan itu diumumkan oleh Kementerian Urusan Kota dan Pedesaan lewat sebuah pernyataan pada hari Minggu, (8/12).


Beberapa restoran dan kafe di Jeddah memungkinkan laki-laki dan perempuan non-muhrim untuk duduk dengan bebas.

Selama ini Saudi memandang pemisahan gender sebagai persyaratan agama. Meski demikian, negara Muslim lainnya tidak menerapkan aturan yang sama.

Restoran dan kafe di Arab Saudi, termasuk waralaba Barat seperti Starbucks, telah memisahkan perempuan dan laki-laki.

Mereka menyediakan ruang keluarga bagi wanita yang keluar seorang diri atau ditemani saudara laki-laki, dan ruang khusus bagi pria lajang
[Gambas:Video CNN]
Banyak juga yang membuatkan pintu masuk terpisah untuk wanita dan ruang khusus untuk keluarga di mana wanita tidak terlihat oleh pria.

Sementara di restoran atau kafe kecil yang tidak memiliki ruang pemisah, wanita tidak diizinkan masuk.

Kebijakan ini menambah daftar panjang keputusan yang diterbitkan Pemerintah Saudi untuk menarik investasi dan membuka luas peluang usaha.

Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman telah mendorong reformasi sosial, salah satunya membolehkan perempuan dan laki-laki menghadiri konser dan menonton bioskop. Dia juga membatasi kekuasaan polisi agama di negara itu, yang telah menjadi penegak norma sosial konservatif, seperti pemisahan gender di tempat umum.

Dua tahun lalu, wanita untuk pertama kalinya diizinkan menonton pertandingan olahraga di stadion di ruang khusus yang disebut "keluarga". Gadis-gadis muda dalam beberapa tahun terakhir juga telah diizinkan mengakses pendidikan jasmani dan olahraga di sekolah, hak yang hanya dimiliki anak laki-laki. (dea)