Lima Pembunuh Khashoggi Divonis Hukuman Mati

CNN Indonesia | Senin, 23/12/2019 18:55 WIB
Lima Pembunuh Khashoggi Divonis Hukuman Mati Pengadilan Arab Saudi menjatuhkan hukum mati kepada lima orang dalam kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi. (MOHAMMED AL-SHAIKH / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengadilan Arab Saudi menjatuhkan hukum mati kepada lima orang dalam kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Akan tetapi, dua tokoh utama yang diselidiki atas pembunuhan itu telah dibebaskan.

"Pengadilan menjatuhkan hukuman mati pada lima pria yang terlibat langsung dalam pembunuhan itu," kata jaksa penuntut umum dalam sebuah pernyataan, Senin (23/12) dikutip dari AFP.

Menurut jaksa, dua toko utama itu, Wakil Kepala intelijen Ahmed al-Assiri dan penasihat media kerajaan Saud al-Qahtani tak didakwa karena tidak cukup bukti.


Total ada 11 orang yang dituduh terlibat dalam kasus ini, namun nama-nama mereka tidak disebutkan.

Dari 11 orang itu, lima dijatuhi hukuman mati, tiga menghadapi hukuman penjara total 24 tahun, dan sisanya dibebaskan.
[Gambas:Video CNN]
Jaksa penuntut mengatakan bahwa pengadilan Riyadh yang menangani kasus ini mengadakan sembilan sesi persidangan yang turut dihadiri oleh perwakilan dari komunitas internasional serta kerabat Khashoggi.

"Kami menemukan bahwa pembunuhan Khashoggi tidak direncanakan," kata pernyataan itu.

Khashoggi merupakan seorang kolumnis Washington Post yang kerap mengkritik Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MbS), penguasa de facto kerajaan.

Ia dinyatakan tewas di dalam gedung konsulat Saudi di Istanbul, Turki pada Oktober 2018 setelah sempat dinyatakan hilang.

CIA dilaporkan sudah menarik simpulan bahwa MbS terkait dengan pembunuhan jurnalis pengkritik rezim Raja Salman itu. Namun Riyadh membantah keras tuduhan itu.

Riyadh menegaskan pembunuhan itu dilakukan oleh pejabat Saudi dengan perintah gelap. 

Presiden Amerika Serikat Donald Trump sendiri tak pernah menuding langsung Pangeran Mohammed, tapi ia sepakat dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, bahwa "Upaya apa pun untuk menutupi insiden ini tak bisa dibiarkan." (dea)