Maskapai Sipil Mulai Alihkan Rute Penerbangan Hindari Iran

CNN Indonesia | Kamis, 09/01/2020 09:33 WIB
Maskapai Sipil Mulai Alihkan Rute Penerbangan Hindari Iran Ilustrasi. (Foto: Barn Images)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah penerbangan sipil yang melintasi Timur Tengah mengalihkan rute perjalanan di tengah eskalasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat.

Maskapai Australia, Qantas mengatakan akan mengubah rute penerbangan London ke Perth dialihkan untuk menghindari serangan udara Iran dan Irak hingga waktu yang belum bisa dipastikan. Pengalihan rute ini otomatis membuat waktu tempuh penerbangan non-stop terpanjang dunia ini menghabiskan waktu 40 hingga 50 menit lebih lama.

Senada, maskapai Malaysia Airlines juga mempertimbangkan rencana untuk menghindari wilayah udara Iran. Maskapai Singapore Airlines juga memastikan rute penerbangan ke Eropa akan dialihkan dari wilayah udara Iran.


Maskapai Prancis, Air France juga mengatakan menunda rute penerbangan yang melewati Iran dan Irak setelah serangan rudal pada Rabu (8/1) dini hari. Juru bicara Air France mengatakan keputusan itu ditempuh setelah melalui beragam pertimbangan keamanan dan keselamatan hingga muncul pemberitahuan lebih lanjut.

Dilaporkan Associated Press, Badan Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) sebelumnya mengeluarkan peringatan larangan terbang bagi pilot pesawat penumpang dan kargo dari wilayah udara Irak, Iran, dan sebagian kawasan teluk Persia.

"Peringatan ini diterbitkan untuk menghindari salah perhitungan atau keliru mengidentifikasi pesawat sipil di tengah tensi politik yang meninggi di kawasan Timur Tengah," tulis FAA dalam keterangnnya.

[Gambas:Video CNN]

Sementara itu, maskapai penerbangan Kazakhstan, Air Astana dan SCAT sedang mempertimbangkan imbauan untuk mengalihkan rute atau membatalkan jadwal penerbangan ke Iran setelah kecelakaan pesawat Ukraina yang menewaskan 176 orang.

Peringata untuk menghindari wilayah udara Iran dan Irak diterbitkan sebagai upaya pencegahan pesawat sipil menjadi sasaran tembak. Terlebih kondisi AS dan Iran yang selama sepekan terakhir kian memanas setelah serangan pesawat nirawak menewaskan komandan Pasukan Quds, Mayjen Qasem Soleimani.

Iran pada Rabu (8/1) dini hari melakukan serangan balasan dengan mengirim sekitar 15 rudal ke dua pangkalan militer AS di Irak. Presiden Donald Trump sempat mengklaim jika tidak ada korban jiwa akibat serangan tersebut.

Sementara itu, Iran mengklaim jika 80 tentara tewas dan 200 lainnya terluka akibat serangan yang terjadi di basis militer Al Asad dan Erbil di Irak.

Stasiun televisi Iran menyebut serangan rudal ke pangkalan militer AS merupakan pembalasan atas serangan yang menewaskan Soleimani dan tiga tokoh lainnya. Jasad Soleimani dikenali dari cincin yang dikenakannya tak lama setelah serangan udara terjadi di Bandara Baghdad, Irak pada Jumat (3/1) pekan lalu. (evn)