Timur Tengah Memburuk, WNI di Arab Saudi Diminta Waspada

CNN Indonesia | Kamis, 09/01/2020 08:08 WIB
Timur Tengah Memburuk, WNI di Arab Saudi Diminta Waspada Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Aji Styawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kedutaan Besar RI di Riyadh mengimbau WNI yang berada di Arab Saudi untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul situasi di Timur Tengah yang semakin panas akibat pertikaian Amerika Serikat dan Iran.

Dalam pengumuman di akun Twitter KBRI Riyadh, WNI di Saudi diminta untuk memantau perkembangan situasi di tempat tinggal atau lokasi kerja dan pemberitaan dari sumber resmi pemerintah.

"Senantiasa melakukan pengecekan kebenaran informasi, baik kepada instansi resmi di Arab Saudi maupun ke KBRI Riyadh, atas informasi lisan maupun tulisan yang disebarkan melalui media sosial, serta selalu perkembangan infomasi yang disampaikan KBRI Riyadh melalui akun Twitter @riyadh_kbri, akun Facebook Kbri Riyadh ArabSaudi, dan akun Instagram @kbri_riyadh," demikian bunyi imbauan tersebut seperti dikutip pada Kamis (9/1).

Warga Indonesia di Saudi juga diingatkan selalu membawa dokumen identitas, utama paspor RI dan Iqamah, baik asli maupun salinan, serta memastikan keberadaan dan keamanan dokumen-dokumen asli agar dapat dipergunakan sewaktu-waktu.

"Melaporkan keberadaan diri dan keluarga ke KBRI Riyadh secara online melalui portal https://peduliwni.kemlu.go.id, atau dengan mengunjungi kantor pelayanan konsuler KBRI di Amr Aldamri Street, Al Safarat, Riyad."


KBRI juga meminta WNI untuk menaati peraturan dan hukum pemerintah Arab Saudi yang berlaku dan mematuhi instruksi atau imbauan yang diberikan pemerintah Arab Saudi.
[Gambas:Video CNN]
Serangan drone Amerika Serikat yang menewaskan jenderal Iran, Qasem Soleimani, pada Jumat pekan lalu menyebabkan ketegangan di Timur Tengah.

Serangan itu diperintahkan langsung oleh Presiden Donald Trump, yang mengklaim bahwa Teheran tengah merencanakan serangan terhadap warga dan aset Negeri Paman Sam di Timur Tengah.

Iran mengutuk keras serangan AS tersebut dan bersumpah akan membalas kematian Soleimani dengan ganjaran yang seberat-beratnya.

Sejak itu, sejumlah serangan roket menghantam basis AS di Irak. Ketegangan kedua negara tersebut dikhawatirkan banyak pihak bisa memicu konflik terbuka baru pecah di Timur Tengah.

Sejauh ini, sejumlah negara seperti Korea Selatan dan Filipina telah memerintahkan untuk mengevakuasi warga-warganya dari Irak.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri India sudah menerbitkan peringatan perjalanan kepada warganya untuk tidak bepergian ke Irak, akibat situasi ini.

Kementerian Luar Negeri RI juga tengah mempersiapkan rencana evakuasi ratusan WNI dari Iran dan Irak.

Berdasarkan data Kementerian Luar Negeri, ada sekitar 850 WNI tinggal di Irak, sementara sekitar 474 WNI tinggal di Iran. (dea)