Kilas Internasional

Iran Gempur Serangan Balasan ke AS hingga Boeing 737 Jatuh

CNN Indonesia | Kamis, 09/01/2020 06:37 WIB
Iran Gempur Serangan Balasan ke AS hingga Boeing 737 Jatuh Ilustrasi. (Said KHATIB / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah peristiwa terjadi di berbagai belahan dunia pada Rabu (8/1). Mulai dari Iran meluncurkan serangan balasan ke Amerika Serikat atas kematian Mayor Jenderal Qasem Soleimani hingga pesawat Boeing 737 jatuh di Bandara Imam Khomeini di Teheran dan seluruh penumpang tewas.

1. Iran Sebut Serangan Rudal ke AS sebagai Bela Diri

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan bahwa serangan rudal balistik yang menggempur pasukan Amerika Serikat di pangkalan Militer
Irak pada Selasa malam (7/1) merupakan tindakan proporsional dalam membela diri.

"Kami tidak mencari eskalasi atau perang, tetapi akan membela diri terhadap agresi apapun," kata Javad Zarif lewat Twitter.

Dikutip dari Associated Press, Zarif mengatakan serangan itu sebagai aksi balasan atas kematian perwira tinggi militer Iran Mayor Jenderal Qasem Soleimani akibat serangan drone AS di Baghdad pekan lalu.


2. Situasi Memanas, RI Siap Evakuasi Ratusan WNI dari Irak-Iran

Indonesia tengah mempersiapkan rencana evakuasi ratusan WNI dari Iran, Irak, dan negara di sekitar menyusul situasi yang memanas setelah Amerika Serikat dan Iran saling serang.

Ketegangan kedua negara meningkat usai perwira tinggi militer Iran Mayor Jenderal Qasem Soleimani tewas dalam serangan pesawat tak berawak yang diluncurkan AS.

Berdasarkan data Kementerian Luar Negeri, ada sekitar 850 WNI tinggal di Irak, sementara sekitar 474 WNI tinggal di Iran.

"Tentu evakuasi ke daerah aman masuk dalam rencana kontijensi," kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri RI, Judha Nugraha, melalui pernyataan singkat pada Rabu (8/1).

3. Pesawat Boeing 737 Jatuh di Iran, Seluruh Penumpang Tewas

Seluruh penumpang pesawat Boeing 737 yang jatuh di Bandara Imam Khomeini di Teheran, Iran, dilaporkan tewas.

Dikutip dari AFP, Rabu (8/1) pesawat Ukraine International Airlines itu jatuh tak lama setelah lepas landas, Rabu (8/1) pagi waktu setempat. Pesawat itu mengangkut 176 orang, yang terdiri dari 167 penumpang, dan sembilan kru.
[Gambas:Video CNN]
"Sulit kemungkinan bahwa penumpang dalam penerbangan PS-752 masih hidup," kata kepala Bulan Sabit Merah Iran kepada kantor berita ISNA. Sepuluh ambulans juga telah dikerahkan ke lokasi kejadian. (dea)