Trump Sebut Semua Tentara AS Selamat dari Serangan Rudal Iran

CNN Indonesia | Kamis, 09/01/2020 07:19 WIB
Trump Sebut Semua Tentara AS Selamat dari Serangan Rudal Iran Presiden AS Donald Trump. (Lee Jin-man / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan semua tentara mereka selamat dalam serangan rudal dan roket yang diluncurkan Iran pada Selasa malam hingga Rabu pagi kemarin.

Iran menyerang basis pasukan AS di Irak dengan sejumlah rudal dan roket sebagai aksi balasan atas kematian perwira tinggi militer Mayor Jenderal Qasem Soleimani.

"Semua prajurit kami selamat dan hanya kerusakan kecil yang terjadi di pangkalan militer kami. Pasukan kami hebat, dan siap untuk apa pun," kata Trump dalam pidato di Gedung Putih, Rabu (8/1) waktu lokal seperti dikutip dari AFP.

Menurut Trump, serangan sia-sia ke pangkalan AS itu akan membuat Iran mundur.


"Iran tampaknya mundur, ini baik untuk semua pihak yang berkepentingan dan hal yang sangat baik bagi dunia. Tidak ada nyawa Amerika atau Irak yang hilang," ucapnya.

Trump mengaku akan memberlakukan sanksi baru kepada Iran. Namun dia belum mengungkapkan bentuk sanksi yang akan dijatuhkan terhadap Iran. AS sampai saat ini masih menimbang sanksi seperti apa yang akan diberlakukan.
[Gambas:Video CNN]
Pernyataan Trump itu membantah klaim Korps Pengawal Revolusi Iran (IRGC) yang menyebut 80 tentara AS tewas dalam serangan rudal di Irak pada Rabu dini hari.

Iran meluncurkan rudal belasan rudal dan sejumlah roket ke dua pangkalan militer AS di Irak, Ain al-Asad dan di Erbil.

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan bahwa serangan itu merupakan tindakan proporsional dalam membela diri.

Para pemimpin dunia mengecam serangan tersebut. Pemerintah Jerman meminta Iran menghentikan serangan rudal ke pangkalan militer yang berada di Irak. Juru bicara Kanselir Jerman Angela Merkel, Steffen Seibert mengatakan Iran dan AS perlu saling menahan diri demi mengakhiri konflik.

Sementara itu pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei menyebut serangan itu hanya tamparan di wajah AS, sedangkan aksi balas dendam atas pembunuhan Jenderal Soleimani belum tiba saatnya. (dea)