Mabes TNI Buka Kantor Atase Pertahanan untuk WNI di Iran
CNN Indonesia
Kamis, 09 Jan 2020 21:11 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Mayor Jenderal Sisriadi mengatakan sudah membantu menyelamatkan dan memberikan perlindungan bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang kini berada di Iran di tengah ekskalasi dengan Amerika Serikat.
Ia menjelaskan kantor Atase Pertahanan RI di Iran sudah dibuka sebagai tempat perlindungan bagi para WNI.
"Tapi atase pertahanan kita di sana (Iran) melakukan penyelamatan, paling tidak memberikan kontribusi terhadap kedutaan besar kita di sana," kata Sisriadi di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (9/1).
Lebih lanjut, ia berharap konflik antara dua negara tersebut tidak memberikan dampak bagi Indonesia.
Ia juga menekankan bahwa TNI tidak memiliki wewenang untuk melakukan diplomasi guna mendamaikan kedua negara yang tengah bersitegang itu. Menurutnya, kewenangan tersebut dipegang oleh Kementerian Luar Negeri.
"Kita ngga punya legitimasi untuk melakukan diplomasi. Itu urusan pemerintah kita," ungkapnya.
[Gambas:Video CNN]
Ekskalasi antara Iran dan Amerika Serikat memanas setelah serangan pesawat nirawak yang menewaskan komando Pasukan Quds, Qasem Soleimani pada Jumat pekan lalu. Presiden Donald Trump mengklaim serangan tersebut dilancarkan atas perintahnya.
Sebagai aksi balasan, Iran melancarkan serangan rudal yang menyasar dua pangkalan militer tentara AS di Irak pada Rabu (8/1) dini hari. Tak sampai disitu, Iran melanjutkan serangan kedua pada Kamis (9/1) yang menghantam kedutaan besar AS di Irak. (rzr/evn)
Ia menjelaskan kantor Atase Pertahanan RI di Iran sudah dibuka sebagai tempat perlindungan bagi para WNI.
"Tapi atase pertahanan kita di sana (Iran) melakukan penyelamatan, paling tidak memberikan kontribusi terhadap kedutaan besar kita di sana," kata Sisriadi di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (9/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga menekankan bahwa TNI tidak memiliki wewenang untuk melakukan diplomasi guna mendamaikan kedua negara yang tengah bersitegang itu. Menurutnya, kewenangan tersebut dipegang oleh Kementerian Luar Negeri.
"Kita ngga punya legitimasi untuk melakukan diplomasi. Itu urusan pemerintah kita," ungkapnya.
[Gambas:Video CNN]
Ekskalasi antara Iran dan Amerika Serikat memanas setelah serangan pesawat nirawak yang menewaskan komando Pasukan Quds, Qasem Soleimani pada Jumat pekan lalu. Presiden Donald Trump mengklaim serangan tersebut dilancarkan atas perintahnya.