Cuaca Buruk di Pakistan dan Afghanistan, 130 Orang Tewas

CNN Indonesia | Rabu, 15/01/2020 03:58 WIB
Lebih dari 130 orang tewas akibat banjir dan cuaca buruk di Pakistan dan Afghanistan selama beberapa hari belakangan. Lebih dari 130 orang tewas akibat banjir dan cuaca buruk di Pakistan dan Afghanistan selama beberapa hari belakangan. (STR/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lebih dari 130 orang tewas akibat banjir dan cuaca buruk di Pakistan dan Afghanistan selama beberapa hari belakangan.

Pejabat setempat mengatakan kepada AFP bahwa setidaknya 93 orang tewas dan 76 lainnya terluka di Pakistan. Sementara itu, 39 orang lainnya juga meninggal di Afghanistan.

Menurut Badan Manajemen Bencana Pakistan, Kashmir menjadi wilayah yang paling parah terkena dampak cuaca buruk, di mana 62 nyawa melayang dan 10 orang lainnya dilaporkan hilang.
Di salah satu desa di Kashmir, Neelum, badai salju juga memicu beberapa longsor. Salah satu longsor begitu parah sampai-sampai menewaskan setidaknya 19 orang.


Menanggapi laporan ini, Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan, berkicau, "Hujan salju parah dan tanah longsor di Azad Jammu dan Kashmir menyebabkan petaka dan kematian."

Longsor salju dan tanah memang biasa terjadi di Kashmir sepanjang musim dingin. Kerap kali, longsor tersebut menutup jalan dan membuat masyarakat di daerah sekitarnya terperangkap.
Pemerintah setempat pun sudah mengambil sejumlah langkah antisipasi, termasuk menutup sejumlah sekolah dan beberapa jalan di wilayah pegunungan.

Sementara itu, di Provinsi Balochistan, setidaknya 31 orang tewas akibat berbagai insiden yang berkaitan dengan cuaca buruk.

"Kebanyakan yang tewas adalah perempuan dan anak," ujar pejabat dari badan manajemen bencana provinsi, Mohammad Younus.

[Gambas:Video CNN]

Di sepanjang perbatasan Afghanistan, lebih dari 300 rumah hancur akibat berbagai insiden, mulai dari badai salju hingga hujan lebat.

juru bicara Badan Manajemen Bencana Alam Afghanistan, Ahmad Tamim Azimi, menjabarkan bahwa daerah yang paling parah terkena dampak cuaca buruk adalah Kandahar, Helmand, Zabul, dan bagian barat provinsi Herat.

"Cuaca dingin hingga hujan salju dan hujan lebat yang dimulai pada dua pekan lalu menyebabkan banyak kerusakan," katanya. (has/has)