Kanada Tuntut Iran Beri Kompensasi Korban Pesawat Ukraina

CNN Indonesia | Kamis, 16/01/2020 09:30 WIB
Kanada Tuntut Iran Beri Kompensasi Korban Pesawat Ukraina Pesawat Boeing 737 milik maskapai Ukraina yang jatuh ditembak dua rudal Iran. (Foto: Borna GHASSEMI / ISNA / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Kanada menuntut Iran memberikan kompensasi atas tragedi salah tembak pesawat Boeing 737 milik Ukraina. Kanada mengatakan pihaknya akan menjadwalkan pertemuan dengan Ukraina, Swedia, Afghanistan, dan Inggris yang warganya turut menjadi korban tewas.

Menteri Transportasi Kanada, Marc Garneau mengatakan pihaknya menjadwalkan pertemuan dengan menteri luar negeri dari negara-negara yang terdampak insiden tersebut.

"Kanada tidak akan menerima situasi yang membuat kami tidak mendapat akses terhadap informasi yang kami cari. Kanada akan berusaha sampai ke titik terbawah permasalahan ini," ungkap Garneau di sela konferensi media.


Dilansir AFP, Perdana Menteri Justin Trudeau mengatakan pihaknya berniat meminta kompensasi kepada Iran untuk keluarga korban dari Kanada. Ia mengatakan hal itu sebagai prioritas utama untuk insiden ini.

"Prioritas utama kami saat ini adalah memberi dukungan bagi keluarga dan kerabat untuk 57 korban tewas asal Kanada. Kita dapat memastikan bahwa mereka menerima kompensasi untuk membantu melewati masa-masa sulit ini," ucap Garneau.

[Gambas:Video CNN]

Ia mengatakan Iran sejauh ini telah mengindikasikan adanya kerja sama untuk melibatkan Kanada dalam proses investigasi. Dewan Keselamatan Transportasi Kanada terbang ke Teheran untuk turun tangan dalam proses penyelidikan puing-puing pesawat Ukraine International Airlines.

Iran sebelumnya mengakui jika pihaknya tak sengaja menembak rudal ke arah pesawat Ukraina pada Rabu (8/1) pekan lalu yang menewaskan seluruh penumpang dan awak kabin.

Laporan yang dirilis New York Times menunjukkan rekaman kamera keamanan ada dua rudal yang ditembakkan secara terpisah dengan jeda 30 detik. Rekaman tersebut mengungkap dugaan terkait transponder pesawat yang sempat diduga tidak berfungsi.

Presiden Iran, Hassan Rouhani akhirnya mengakui jika pesawat tersebut jatuh setelah dihantam rudal akibat faktor kesalahan manusia (human error). Pernyataan itu disampaikan Rouhani di sela percakapan telepon dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky.

"Kami telah berbicara dengan presiden Iran dan dia menyampaikan bahwa insiden itu terjadi akibat kesalahan manusia, dan beliau menjanjikan seluruh pihak yang bertanggung jawab tidak akan bisa menghindar dari hukuman," kata Menteri Luar Negeri Ukraina, Vadym Prystaiko, dalam sebuah wawancara radio di Inggris, seperti dikutip CNN, Senin (13/1). (evn)