Iran Pulangkan 11 Korban Pesawat Jatuh, Ukraina Berduka

CNN Indonesia | Minggu, 19/01/2020 23:19 WIB
Iran memulangkan 11 jenazah warga Ukraina yang menjadi korban insiden penembakan pesawat oleh pasukan Garda Revolusi Iran. Ilustrasi. (Istockphoto/PeopleImages)
Jakarta, CNN Indonesia -- Iran memulangkan 11 jasad warga Ukraina yang menjadi korban insiden pesawat Ukraine International Airlines pada 8 Januari lalu. Masyarakat Ukraina pun berduka.

Pesawat itu ditembak jatuh oleh rudal pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC) dan menewaskan seluruh 176 penumpang.

Dikutip AFP, belasan jenazah itu tiba di Kiev, Ukraine, Minggu (19/1). Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Perdana Menteri Oleksiy Goncharuk, bersama sekitar seribu orang lainnya, menghadiri upacara pelepasan sembilan awak pesawat dan dua penumpang yang digelar di Bandara Boryspil Kiev itu.


Zelensky tampak meletakkan bunga di peti mati yang dibungkus bendera Ukraina. Ia juga secara singkat berbicara dengan para kerabat korban.

Jenazah para korban disebut akan tetap berada di dalam terminal selama beberapa jam agar kerabat, staf Ukraine International Airlines, dan warga Ukraina lainnya bisa melayat. Pemakamannya sendiri dijadwalkan akan diadakan pada Senin (20/1).

Sebelum kedatangan Presiden, Perdana Menteri dan pejabat tinggi lainnya lebih dulu menggelar upacara penyambutan kedatangan jenazah itu di landasan di luar terminal bandara di hari yang sama.

Sebelas peti dikeluarkan dari pesawat. Beberapa staf Ukraine International Airlines tampak menangis sambil memegang bunga.

[Gambas:Video CNN]
Staf dan kerabat maskapai membentuk dua lajur membuat barisan penghormatan bagi peti mati yang dibungkus bendera kuning dan biru itu. Beberapa pria berlutut.

Kecelakaan Boeing 737 itu terjadi beberapa jam setelah Iran meluncurkan serangan rudal balistik terhadap dua pangkalan militer Irak yang menampung personel militer Amerika Serikat.

Serangan rudal itu dilakukan Iran sebagai respons terhadap serangan drone AS yang menewaskan jenderal mereka, Qasem Soleimani, di Baghdad, Irak, pada 3 Januari.

Iran semula membantah bahwa pesawat Ukraina itu jatuh karena tertembak rudal. Namun, tak lama pemerintahan Presiden Hassan Rouhani mengaku pesawat itu tak sengaja ditembak jatuh IRGC yang merupakan angkatan bersenjata utama Iran karena kesalahan teknis.

Seluruh 176 penumpang yang tewas dalam kecelakaan itu terdiri dari 82 warga negara Iran, 63 warga Kanada, 11 warga Ukraina, 10 warga Swedia, empat warga Afghanistan, tiga warga Jerman, dan tiga orang berkebangsaan Inggris.

Pihak maskapai mengatakan mayoritas penumpang menuju ibu kota Ukraina, Kyiv, untuk transit dan melanjutkan penerbangan ke negara tujuan.

Rouhani bersumpah akan menghukum pihak-pihak yang bertanggung jawab atas penembakan pesawat itu. Sejauh ini, pihak berwenang Iran telah menahan 30 personel militer terkait insiden pesawat Ukraina.

(rds/DAL)