Pesawat itu ditembak jatuh oleh rudal pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC) dan menewaskan seluruh 176 penumpang.
Dikutip AFP, belasan jenazah itu tiba di Kiev, Ukraine, Minggu (19/1). Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Perdana Menteri Oleksiy Goncharuk, bersama sekitar seribu orang lainnya, menghadiri upacara pelepasan sembilan awak pesawat dan dua penumpang yang digelar di Bandara Boryspil Kiev itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum kedatangan Presiden, Perdana Menteri dan pejabat tinggi lainnya lebih dulu menggelar upacara penyambutan kedatangan jenazah itu di landasan di luar terminal bandara di hari yang sama.
Sebelas peti dikeluarkan dari pesawat. Beberapa staf Ukraine International Airlines tampak menangis sambil memegang bunga.
[Gambas:Video CNN]
Staf dan kerabat maskapai membentuk dua lajur membuat barisan penghormatan bagi peti mati yang dibungkus bendera kuning dan biru itu. Beberapa pria berlutut.
Kecelakaan Boeing 737 itu terjadi beberapa jam setelah Iran meluncurkan serangan rudal balistik terhadap dua pangkalan militer Irak yang menampung personel militer Amerika Serikat.
Serangan rudal itu dilakukan Iran sebagai respons terhadap serangan drone AS yang menewaskan jenderal mereka, Qasem Soleimani, di Baghdad, Irak, pada 3 Januari.
Iran semula membantah bahwa pesawat Ukraina itu jatuh karena tertembak rudal. Namun, tak lama pemerintahan Presiden Hassan Rouhani mengaku pesawat itu tak sengaja ditembak jatuh IRGC yang merupakan angkatan bersenjata utama Iran karena kesalahan teknis.
Pihak maskapai mengatakan mayoritas penumpang menuju ibu kota Ukraina, Kyiv, untuk transit dan melanjutkan penerbangan ke negara tujuan.
Rouhani bersumpah akan menghukum pihak-pihak yang bertanggung jawab atas penembakan pesawat itu. Sejauh ini, pihak berwenang Iran telah menahan 30 personel militer terkait insiden pesawat Ukraina.
(rds/dal)