Jet Tempur F-35 Israel Terlacak di Fasilitas Nuklir

CNN Indonesia | Selasa, 21/01/2020 23:40 WIB
Jet Tempur F-35 Israel Terlacak di Fasilitas Nuklir Jet tempur F-35. (AFP PHOTO / JACK GUEZ)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jet tempur siluman F-35 milik Angkatan Udara Israel menampakkan diri di atas Pusat Penelitian Nuklir Shimon Peres di Negev.

Menurut sumber, jet tempur Angkatan Udara Israel atau Israeli Air Force (IAF) itu terlacak radar penerbangan sipil internasional, terbang pada ketinggian 31.000 kaki di atas fasilitas nuklir.

Media setempat, Ynet pada Senin malam (20/1) melaporkan sang pilot menyalakan transponder yang tidak dienkripsi sehingga membuat jet tempur terbaru Israel itu tampak dalam radar penerbangan sipil.



Dikutip dari The Jerusalem Post, pesawat militer dengan kode "Squawk" itu menggunakan tiga sandi utama untuk berkomunikasi saat melakukan operasi militer, yakni 7500 yang berarti pembajakan; 7600 kesalahan transmisi; dan 7700, yang berarti darurat.

Jet tersebut dilaporkan mengirimkan kode Squawk 7600, yang berarti kesalahan transmisi.

[Gambas:Video CNN]

Unit Juru Bicara Israel Defense Forces (IDF) mengatakan jet tempur itu tengah melakukan penerbangan rutin di area pelatihan wilayah selatan Israel.

Kata dia, selama penerbangan rutin ditemukan kerusakan di transponder pesawat.

"Untuk berkomunikasi dengan pesawat lain yang berpartisipasi dalam pelatihan, pilot mengaktifkan sistem deteksi pesawat sehingga pesawat lain akan dapat mengenalinya tanpa berkomunikasi dengan pilot," kata unit tersebut.

IDF menambahkan bahwa sistem pelacakan dioperasikan atas inisiatif pilot dan insiden itu bukan kejadian luar biasa.

Ynet menuliskan insiden serupa terjadi pada 2018 lalu di mana jet IAF menampakkan diri pada radar sipil yang terbang di atas garis pantai Israel menuju Suriah.

Saat itu diyakini jet tersebut sengaja menampakkan diri untuk mengirim pesan ke pasukan Hizbullah di Libanon.

IAF melakukan latihan militer pekan ini di Bandara Internasional Ramon di Lembah Timna di Gurun Arava, bagian selatan Israel. Empat pesawat angkatan udara Rusia Ilyushin Il-76 juga ikut serta dalam latihan ini.

IDF menyatakan latihan itu sebagai bagian dari program latihan militer 2020, yang dimaksudkan untuk menjaga kesiagaan pasukan.

(dea)