Sidang Pemakzulan Trump Berlanjut ke Tahap Paparan DPR

CNN Indonesia | Kamis, 23/01/2020 06:31 WIB
Sidang Pemakzulan Trump Berlanjut ke Tahap Paparan DPR Presiden AS, Donald Trump. Sidang pemakzulan Trump memasuki tahap paparan argumen dari Dewan Perwakilan. (Foto: JEFF KOWALSKY / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sidang pemakzulan Presiden Donald Trump memasuki babak lanjutan setelah Senat Amerika Serikat memutuskan untuk tidak mengabulkan 11 usulan perubahan tata cara persidangan yang diajukan oleh Fraksi Demokrat.

Usai melangsungkan sidang perdana selama nyaris 13 jam pada Selasa (20/1) hingga Rabu (22/1) dini hari, sidang pemakzulan Trump masih terus bergulir.


Senat akan memberikan suara untuk amandemen yang diajukan oleh Fraksi Demokrat serta memanggil saksi serta mengumpulkan dokumen dari Gedung Putih dan Departemen Luar Negeri.


Pada Rabu, anggota fraksi Demokrat yang mengajukan kasus pemakzulan terhadap Trump akan menyampaikan argumen pembukaan. Anggota senat memiliki waktu tiga hari untuk mengungkap alasan Trump harus dimakzulkan.

Pemimpin mayoritas fraksi Republik, Mitch McConnell mengungkapkan sempat berencana memangkas waktu untuk mengungkap alasan pemakzulan Trump menjadi dua hari.

Belakangan McConnell yang mendapat tekanan dari beberapa anggota senat Partai Republik mengatakan butuh waktu tiga hari untuk mengungkapkan bahwa Trump menyalahgunakan kekuasaannya sebagai Presiden AS untuk menjegal rival politiknya Joe Biden.

Setelah mendengar alasan pengajuan pemakzulan, tim penasihat Gedung Putih, Pat Cipollone memiliki waktu tiga hari untuk menyampaikan sanggahan mereka.

[Gambas:Video CNN]

Pertanyaan untuk jaksa penuntut

Setelah menyampaikan argumen secara terbuka, para senator memiliki waktu 16 jam untuk mengajukan pertanyaan secara tertulis kepada jaksa penuntut.

Pertanyaan yang diajukan para senator nantinya akan dibacakan oleh Ketua Mahkamah Agung AS, John Robert saat proses persidangan.

Mengutip AFP, jaksa penuntut dan tim penasihat memiliki waktu masing-masing dua jam untuk adu argumen terkait kesepakatan memanggil saksi atau mengajukan dokumen pendukung setelah mendapat pertanyaan dari para senator.

Senat kemudian akan memilih saksi atau dokumen apa saja yang akan diajukan. Suara mayoritas dari 53 anggota Senat Fraksi Republik akan memutuskan hal itu.

Fraksi Demokrat sebelumnya mengatakan ingin mengajukan mantan Penasihat Keamanan Nasional, Jon Bolton dan kepala staf Gedung Putih, Mick Mulvaney serta dua orang lainnya sebagai saksi.

Jika disetujui, para saksi akan diberi kesempatan untuk menyampaikan kesaksian. Senat akan memutuskan apakah para saksi mendapat kesempatan menyampaikan kesaksian di depan umum atau secara tertutup.


Setelah mencapai kesepakatan, Senat akan memilih masing-masing dua pasal pemakzulan.

Jika suara telah mencapai dua pertiga setuju, maka sudah dirasa cukup untuk memakzulkan Trump dari jabatannya sebagai presiden.

Partai Republik memegang suara mayoritas dengan 53 kursi senat, sementara Partai Demokrat hanya memiliki 47 kursi.

Trump diagendakan memberikan kesaksian di ruang sidang pada Selasa (4/2) mendatang. (AFP/evn)