Macron Cekcok Dengan Petugas Keamanan Israel di Yerusalem

CNN Indonesia | Kamis, 23/01/2020 10:32 WIB
Macron Cekcok Dengan Petugas Keamanan Israel di Yerusalem Presiden Prancis, Emmanuel Macron, murka dengan petugas keamanan Israel ketika berkunjung ke Yerusalem. (Ilustrasi/AFP PHOTO / Mladen ANTONOV)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Prancis, Emmanuel Macron, sempat murka dan mengusir petugas keamanan Israel ketika berkunjung ke Gereja Santa Ana yang berada di Kota Tua Yerusalem. Dia merasa pengamanan yang dilakukan berlebihan karena aparat Negeri Zionis mengikutinya hingga masuk ke gereja yang masih dianggap sebagai wilayah kepemilikan Prancis.

"Semua orang tahu aturan. Saya tidak suka dengan apa yang Anda lakukan di depan saya. Pergi keluar!," kata Macron sambil berteriak, seperti dilansir CNN, Kamis (23/1).


Insiden tersebut terjadi di sela-sela kehadiran Macron di Israel untuk memperingati 75 tahun pembantaian etnis Yahudi (Holocaust) oleh pasukan Nazi. Dia kesal karena sudah dikawal oleh sejumlah pasukan pengamanan presiden.


Pertemuan yang digelar di Yerusalem itu akan dihadiri oleh Presiden Rusia Vladimir Putin, Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence, serta Pangeran Charles dari Inggris.

Gereja Katolik Roma yang didirikan pada abad ke-12 dihadiahkan oleh Sultan Ottoman kepada Napoleon III pada 1856.

"Tolong hormati peraturan, mereka sudah berdiri berabad-abad. Saya tidak akan merubah apapun, saya jamin itu," ujar Macron.

[Gambas:Video CNN]

Kendati begitu, Macron lantas meminta maaf atas kejadian tersebut usai menyelesaikan kunjungan ke gereja. Akan tetapi, Badan Keamanan Israel (ISA) mengklaim proses pengamanan itu sudah sesuai prosedur.

"Sesuai perjanjian yang dibuat sebelumnya, aparat ISA dan polisi akan mengawal presiden Prancis dan rombongannya ke dalam," demikian isi pernyataan ISA.

Prancis sampai saat ini tidak mengakui pendudukan Israel di Yerusalem. Hal itu ditentang oleh Israel.

"Gereja Santa Ana adalah properti milik Prancis di Yerusalem. Semua tergantung Prancis untuk menjaga properti tersebut di kota ini. Aparat keamanan Israel mencoba masuk tetapi proses pengamanan sudah dilakukan pasukan Prancis. Presiden hanya bereaksi untuk menengahi salah paham antara aparat Israel dan Prancis saat hendak memasuki Santa Ana, dan mengingatkan bahwa aturan tetap harus dilakukan," demikian isi pernyataan Istana Kepresidenan Prancis.


Insiden serupa pernah terjadi pada 1996 silam. Presiden Prancis ketika itu, Jacques Chirac, sempat terlibat adu mulut dengan aparat Israel ketika hendak memasuki gereja. (ayp/ayp)