Asia sampai Eropa Waspada Wabah Virus Corona

CNN Indonesia | Jumat, 24/01/2020 14:57 WIB
Asia sampai Eropa Waspada Wabah Virus Corona Negara-negara di Asia hingga Eropa kini mewaspadai penyebaran virus Corona jenis baru dari China. (MOHD RASFAN / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Negara-negara di kawasan Asia sampai Eropa saat ini dalam keadaan siaga mencegah penyebaran virus Corona jenis baru yang merebak di Kota Wuhan, China. Meski sampai saat ini belum ada penyebaran antarmanusia di luar China, tetapi mereka mewaspadai hal itu dengan memperketat pengawasan di bandara dan pelabuhan.

Seperti dilansir Associated Press, Jumat (24/1), petugas bandara dan kesehatan Australia semakin memperketat pengawasan terhadap para penumpang yang berasal dari daratan dan pulau-pulau di China. Para penumpang pesawat yang berasal dari Wuhan akan ditanyai terlebih dulu oleh petugas apakah mereka sakit atau sehat, serta suhu badan para penumpang juga diukur.


"Mereka menanyakan apakah saya sehat, saya jawab baik-baik saja. Petugas juga memberikan alkohol untuk diusapkan ke seluruh pakaian supaya terbebas dari virus," kata seorang penumpang asal Wuhan, Xue Zechang.


Petugas Pusat Pencegahan dan Pengendali Wabah (CDC) Amerika Serikat juga bersiaga di seluruh bandara kota-kota besar seperti Atlanta, Chicago, San Francisco, Los Angeles dan New York. Selain memasang pemindai suhu tubuh, para petugas dibekali dengan peralatan memadai untuk pengenalan orang-orang yang terjangkit virus tersebut.

Petugas bandara di Filipina juga mewaspadai penyebaran virus tersebut. Mereka menyiagakan petugas pemeriksa dan alat pemindai suhu tubuh di bandara Ninoy Aquino, Manila.

Pemerintah Korea Selatan saat ini juga tengah menangani seseorang yang positif terkena virus Corona. Pusat Pengendalian Wabah Korsel menyatakan sampai saat ini mereka mengisolasi pasien yang identitasnya dirahasiakan.

[Gambas:Video CNN]

Korsel juga menyatakan akan memperketat pengawasan dan prosedur pemeriksaan di bandara.

Virus corona yang merebak di Wuhan saat ini sudah menjangkiti lebih dari 500 orang. Dilaporkan sudah ada 25 orang yang terjangkit virus tersebut meninggal sejak 2019.

Akan tetapi, Badan Kesehatan Dunia (WHO), menyatakan belum perlu menetapkan status darurat akibat merebaknya virus tersebut.


Penyebaran virus itu terdeteksi di Jepang, Hong Kong, Macau, Korea Selatan, Taiwan, Thailand, Vietnam, Singapura dan Amerika Serikat. (ayp)