Cerita WNI Terjebak di Wuhan akibat Wabah Virus Corona

CNN Indonesia | Jumat, 24/01/2020 14:19 WIB
Cerita WNI Terjebak di Wuhan akibat Wabah Virus Corona Seorang WNI di Wuhan mengatakan kondisi kota relatif normal kendati akses keluar dan masuk ditutup untuk mencegah penyabaran virus corona. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- China hingga Jumat (24/1) menutup setidaknya 10 kota untuk menekan penyebaran virus corona. Wuhan dan Huanggang merupakan dua kota yang lebih dulu diisolasi lantaran menjadi sumber penyebaran wabah virus corona.

Pemerintah China telah mengeluarkan larangan perjalanan melalui pesawat dan kereta dari dan menuju kota-kota yang resmi ditutup. Pihak berwenang mengumumkan seluruh kendaraan yang melintas akan melalui pengecekan dan tempat-tempat publik seperti bar, pasar, serta bioskop akan ditutup.

Yuliannova, pelajar Indonesia yang sudah tinggal di Wuhan selama tiga tahun terakhir, mengungkapkan setiap warga termasuk dirinya mendapat notifikasi pesan singkat di ponsel terkait imbauan pemerintah Kota Wuhan yang akan memberlakukan isolasi atau karantina.


"Hari Kamis (23/1) kemarin, sekitar jam 10 pagi kami sudah mendapat seruan dari pemerintah Kota Wuhan kalau akses dari dan menuju Wuhan akan ditutup. Sampai kapannya itu belum tau, mungkin sampai situasi kondusif dan penyebaran virus corona mereda.Orang-orang dari luar kota juga ngga boleh masuk Wuhan," kata mahasiswa S3 Central China Normal University kepada CNNIndonesia.com pada Jumat (24/1).

Perempuan yang disapa Yulia itu menuturkan, seluruh warga lokal dan warga asing di Wuhan tetap bisa beraktivitas normal, kendati akses keluar dan masuk wilayah itu sementara ditutup.

Menurutnya, situasi dan kondisi di Wuhan tidak mencekam seperti yang dibayangkan. Ia menuturkan masih banyak warga yang pergi ke pasar, terutama untuk memenuhi kebutuhan makanan untuk beberapa hari ke depan menyambut Imlek.

Pemerintah Kota Wuhan, tuturnya, hanya mengimbau untuk menghindari tempat-tempat ramai karena penyebaran virus dianggap lebih cepat di tempat ramai.

[Gambas:Video CNN]

Yulia menuturkan hingga kini masih ada sekitar 83 WNI yang tinggal di Wuhan. Sebagian besar WNI di Wuhan memang sudah pulang ke Tanah Air untuk menghabiskan libur musim dingin dan Tahun Baru Imlek.

"Aktivitas masih seperti biasa, mau pergi boleh, kemana aja boleh. Saya kemarin putuskan keluar rumah untuk membeli makanan dan kebutuhan untuk beberapa hari ke depan sampai toko-toko kembali buka," ucap Yulia.

"Sebagian toko dan tempat publik memang tutup tapi itu karena menjelang perayaan imlek, bukan karena isolasi penyebaran virus corona. Kita masih bisa ke pasar dan tempat lainnya, tapi karena isolasi pasokan makanan ke Wuhan sulit dan sebabkan kenaikan harga saja," katanya menambahkan.

Yulia bercerita bahwa beberapa temannya asal Indonesia harus mengurungkan niat untuk pulang lantaran maskapai penerbangan membatalkan jadwal perjalanan tak lama setelah pemerintah mengeluarkan pengumuman isolasi.

Lebih lanjut, ia menuturkan kondisi secara keseluruhan kota Wuhan masih normal sehingga keluarga dan teman yang memiliki kerabat di sana tidak perlu panik.

"Kami WNI di Wuhan juga terus berkoordinasi dengan pihak KBRI di Beijing. Atase pendidikan KBRI Beijing juga sudah mengontak kami dan mendata ada berapa WNI terutama pelajar yang ada di kota ini," ujar Yulia.


Kasus penyebaran virus corona pertama kali dikonfirmasi pada 31 Desember lalu. Selain menginfeksi orang-orang di China, virus corona terdeteksi di Jepang, Hong Kong, Macau, Korea Selatan, Taiwan, Thailand, Amerika Serikat, Singapura, dan Vietnam.

Sejauh ini dilaporkan 25 orang berusia 48 hingga 89 tahun di China tewas akibat terinfeksi virus corona.

Wabah virus corona diduga menyeruak dari pasar ikan dan hewan yang berada di tengah kota Wuhan. Virus itu kemudian menyebar sejak 8 Desember 2019 hingga saat ini.

Wuhan merupakan kota terbesar di kawasan tengah China dan menjadi salah satu titik penghubung transportasi. Sampai saat ini dilaporkan jumlah orang yang terinfeksi virus corona di China mencapai 570 orang. (rds/evn)