Tentara AS Gegar Otak Akibat Serangan Iran Jadi 64 Orang

CNN Indonesia | Jumat, 31/01/2020 21:46 WIB
Tentara AS Gegar Otak Akibat Serangan Iran Jadi 64 Orang Pangkalan militer Ain al-Assad milik Amerika Serikat di Irak. Jumlah tentara AS mengalami gegar otak akibat serangan Iran di Irak mencapai 64 orang. (Ayman HENNA / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) menyatakan jumlah tentara yang terluka akibat serangan rudal Iran ke Pangkalan Militer AS di Irak mencapai 64 orang.

"50 tentara AS terluka, dan sekarang bertambah menjadi 64 korban terluka," ujar Pentagon dikutip dari CNN, Rabu (29/1).


Juru Bicara Pentagon, Letnan Kolonel Thomas Campbell mengatakan, tentara AS telah didiagnosis mengalami cedera otak traumatis ringan (TBI).


"Tentara AS mengalami cedera otak traumatis ringan," ujarnya.

Sebanyak 39 korban terluka telah kembali bertugas, sedangkan sisanya dikirim kembali ke AS, menunggu hasil evaluasi untuk dikirim kembali atau tidak.

[Gambas:Video CNN]

Pada saat penyerangan, sebanyak 1.500 tentara AS di pangkalan Ain al-Asad berada di benteng pertahanan, mereka telah diberi peringatan lebih dulu dari atasan.

Sebelumnya Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengklaim bahwa tidak ada korban luka akibat serangan rudal yang ditembakkan ke pangkalan militer AS di Iran.

Demokrat kemudian menuduh Trump meremehkan korban cedera.


Iran menembaki pangkalan militer AS di Irak sebagai tindakan balasan karena serangan pesawat tanpa awak Amerika yang menewaskan Perwira Militer Senior Iran, Qasem Soleimani.

Saat ini ada 5.200 tentara AS yang bertugas di Irak. AS menjadi bagian dari koalisi internasional yang diundang Irak pada 2014 silam untuk melawan ISIS. Koalisi pimpinan AS itu beranggotakan 76 negara. (khr/ayp)