NATO: Pengerahan Pasukan AS ke Eropa Bukan untuk Serang Rusia

CNN Indonesia | Senin, 03/02/2020 14:02 WIB
Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg menyatakan bahwa pengerahan besar-besaran pasukan AS dan sekutu ke Eropa bukan menargetkan Rusia. Ilustrasi militer Amerika Serikat. (Jerry Markland/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekretaris Jenderal NATO (Pakta Pertahanan Atlantik Utara) Jens Stoltenberg menyatakan bahwa pengerahan besar-besaran pasukan Amerika Serikat dan sekutu ke Eropa bukan menargetkan Rusia, melainkan latihan militer.

Rencananya AS akan menerjunkan 20 ribu tentara ke Eropa dalam beberapa bulan mendatang. Sekitar 37.000 tentara dari 18 negara akan bergabung dalam misi pelatihan yang dipimpin AS.

Latihan perang gabungan 'Defender-Europe 20' itu dirancang untuk menguji kemampuan militer AS dalam merespons potensi konflik.



"Defender Europe tidak diarahkan untuk negara tertentu," kata Stoltenberg seperti dikutip dari AFP, Senin (3/2).

Latihan ini akan berlangsung pada bulan Mei dan Juni dengan lokasi utama di Jerman, Polandia dan kawasan Baltik.

"Rusia memiliki hak untuk merasa aman di perbatasannya, tetapi begitu juga negara-negara anggota kami," kata Stoltenberg.

[Gambas:Video CNN]

Seorang pejabat NATO mengatakan tidak bisa dipungkiri bahwa latihan itu akan bertepatan dengan peringatan ke-75 tahun kemenangan Uni Soviet atas Nazi pada 9 Mei.

Stoltenberg memastikan bahwa AS telah memberi tahu Rusia dan anggota lain soal latihan ini sesuai dengan pedoman yang berlaku.

Bagi AS, latihan ini merupakan pengerahan terbesar pasukan dalam 25 tahun terakhir. "Pengerahan pasukan AS terbesar ke Eropa dalam 25 tahun terakhir," kata Stoltenberg.


Ketegangan antara Negara Barat dan Rusia meningkat sejak Krimea dianeksasi oleh Moskow. Aneksasi Rusia terhadap Semenanjung Krimea pada 2014 telah memicu kekhawatiran bagi negara Eropa anggota NATO.

Organisasi itu menganggap hal tersebut sebagai sebuah pencaplokan ilegal wilayah Ukraina.


Aktivitas militer Rusia di Krimea dianggap mengancam perdamaian dan keamanan di Eropa.

Kemudian NATO menempatkan pasukan di wilayah Baltik. Aliansi tersebut juga meningkatkan kemampuan bertarung di sana jika terjadi konflik. (dea)