Eks Bos Maskapai Sri Lanka Ditangkap Terkait Suap Airbus

CNN Indonesia | Sabtu, 08/02/2020 01:31 WIB
Eks Bos Maskapai Sri Lanka Ditangkap Terkait Suap Airbus Aparat Sri Lanka menangkap eks direktur SriLankan Airlines, Kapila Chandrasena, terkait suap dari Airbus. (Ilustrasi/Istockphoto/menonsstocks)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penegak hukum Sri Lanka menangkap mantan direktur maskapai nasional SriLankan Airlines, Kapila Chandrasena, karena diduga menerima suap dari perusahaan pesawat terbang asal Prancis, Airbus. Menurut penyelidik, sogokan itu diberikan untuk meloloskan kontrak pengadaan pesawat Airbus bernilai miliaran dolar.

Seperti dilansir AFP, Jumat (7/2), aparat Sri Lanka menangkap Kapila pada Kamis kemarin. Dia ditahan untuk penyidikan selama dua pekan ke depan, terkait sangkaan menerima suap dan pencucian uang.

Sedangkan sang istri, Priyanka Niyomali Wijenayaka, juga dibekuk karena disangka melakukan pencucian uang.


Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa yang memerintahkan proses penyelidikan itu dilakukan. Skandal dugaan suap itu terjadi saat SriLankan Airlines membeli 10 pesawat dari Airbus sekitar tujuh tahun lalu.

Kapila saat itu menjabat sebagai direktur eksekutif SriLankan Airlines. Proses penyelidikan pada pemerintahan sebelumnya mandek dan baru dilakukan lagi saat ini.

[Gambas:Video CNN]
Kasus dugaan suap yang diduga dilakukan Airbus saat ini sedang gencar diusut. Bahkan, dua bos AirAsia, Tony Fernandes dan Kamarudin Meranun, ikut terseret perkara itu dan memutuskan mengundurkan diri sementara.

Penyidik dari Kantor Kejahatan Serius Inggris (SFO) menyatakan Airbus tidak mampu mencegah sejumlah petingginya untuk tidak menyuap direktur dan karyawan dari maskapai penerbangan demi keuntungan bisnis.

Pengadilan Prancis menjatuhkan denda sebesar 3,6 miliar Euro (sekitar Rp54 triliun) kepada Amerika Serikat, Inggris dan maskapai setempat terkait perkara tersebut. (ayp/ayp)