Rombongan Bus Warga Muslim Sri Lanka Ditembaki saat Pilpres

CNN, CNN Indonesia | Sabtu, 16/11/2019 13:45 WIB
Rombongan Bus Warga Muslim Sri Lanka Ditembaki saat Pilpres Ilustrasi tembakan. (Foto: Thinkstock/hurricanehank)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kelompok bersenjata menembaki rombongan bus yang mengangkut pemilih Muslim di Sri Lanka, beberapa jam sebelum pemilihan presiden berlangsung, Sabtu (16/11).

Insiden terjadi saat rombongan bus berangkat dari Puttalam menuju ke distrik Mannar, tempat para pemilih Muslim terdaftar untuk memberikan suara mereka.

Polisi mengungkap, kelompok bersenjata juga membakar ban di jalan dan memasang blokade untuk menghalangi konvoi yang terdiri dari 100 kendaraan lebih tersebut.



"Kelompok bersenjata melepaskan tembakan dan juga melempari batu," kata seorang pejabat polisi di Tantirimale, 240 kilometer di utara Kolombo.

"Setidaknya dua bus ditembaki, tetapi kami belum memiliki laporan soal korban," tambahnya, dikutip dari AFP.

Polisi mengklaim bahwa mereka langsung bergegas menuju lokasi kejadian untuk membersihkan blokade dan mengawal konvoi sehingga penumpang dapat memberikan suara mereka.

Sedangkan insiden penembakan terjadi saat polisi dan kelompok bersenjata bersitegang di kawasan semenanjung Jaffna tersebut.

Polisi telah melaporkan insiden ini ke Komisi Pemilihan Umum setempat bahwa blokade ilegal yang dilakukan oleh kelompok bersenjata dapat menghalangi penduduk menuju ke tempat pemungutan suara.

Sejumlah sumber dari kepolisian juga mengatakan bahwa mereka telah memperingatkan komandan militer setempat bahwa gangguan terhadap kelancaran pemilu akan dilaporkan ke pengadilan dan pelanggar akan dikenakan hukuman.


"Setelah memberi tahu bahwa blokade jalan sepenuhnya ilegal selama masa pemilihan nasional, mereka langsung membongkarnya," kata polisi dalam sebuah pernyataan.

Suara minoritas Tamil dan Muslim di Sri Lanka dipandang penting untuk menentukan pemenang dalam pertarungan sengit antara Menteri Perumahan Sajith Premadasa dan Gotabaya Rajapaksa dari oposisi.

[Gambas:Video CNN] (agn/ayk)