Korban Penembakan di Thailand Bertambah, Polisi Sisir Mal

CNN Indonesia | Minggu, 09/02/2020 00:52 WIB
Korban Penembakan di Thailand Bertambah, Polisi Sisir Mal Korban penembakan tentara Thailand bertambah menjadi 20 orang, polisi pun menyerbu ke dalam mal untuk memburu pelaku yang masih bersembunyi. (AP Photo/Sakchai Lalitkanjanakul)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jumlah korban penembakan yang dilakukan seorang tentara Thailand, Sersan-Mayor Jakrapanth Thomma, bertambah menjadi 20 orang, dari yang sebelumnya dilaporkan mencapai 12 orang. Sementara, pelaku masih bersembunyi di dalam mal Terminal 21.

"Ada sekitar 20 orang yang tewas," kata juru bicara kementerian pertahanan Thailand, Kongcheep Tantravanich, kepada AFP.

"Polisi, tentara, dan penembak jitu berada di sekitar Terminal 21," ia menambahkan.

Menteri Kesehatan Thailand mengatakan kepada wartawan sekitar 10 orang sudah berada di rumah sakit dalam "kondisi serius."

Polisi menyebut penembakan di kota Nakhon Ratchasima itu bermula dari insiden di sebuah barak militer. Di lokasi ini, pelaku menembak mati tiga orang, setidaknya satu orang merupakan tentara.


"Dia mencuri satu kendaraan militer dan menuju pusat kota," Letnan Kolonel (pol) Mongkol Kuptasiri.

Jakrapanth lantas menggunakan senjata yang ia curi, termasuk sebuah senapan mesin, untuk memberondong warga di sebuah pusat perbelanjaan.

Ilustrasi penyerbuan polisi.Ilustrasi penyerbuan polisi. (Sebastian Willnow/dpa via AP)
"Dia menggunakan senapan mesin dan menembak orang-orang tak berdosa. Banyak yang mati dan terluka," timpal Krissana.

Seorang saksi mata yang berada di dalam mal sebelum serangan itu mengatakan kepada AFP bahwa pusat perbelanjaan saat itu penuh dengan pengunjung.

"Ada banyak orang di mal hari ini," kata seorang warga berusia 32 tahun.

Saat pelaku masih bersembunyi di dalam mal, polisi mematikan lampu jalan di bawah pusat perbelanjaan Terminal 21 itu.

Polisi kemudian meringsek ke dalam gedung. Puluhan pengunjung mal itu kemudian dievakuasi setelah polisi bersenjata lengkap "mengambil kendali" lantai dasar mal itu.

Saat itu, Divisi Pemberantasan Kejahatan Kepolisian Thailand mendesak orang-orang yang kabur akibat insiden penambakan untuk mengangkat tangan dan menyebutkan identitasnya, "dan pihak berwenang akan mengevakuasi Anda".

Media Sosial

Pria bersenjata itu juga sempat mengunggah foto dan tulisannya di halaman Facebook-nya ketika serangan itu berlangsung. "Haruskah saya menyerah?" sebutnya, "Tidak ada yang bisa lolos dari kematian".

Dalam satu video di media sosial, penyerang yang mengenakan helm tentara dan menggunakan jip terbuka mengatakan, "Saya lelah, saya tidak bisa lagi menarik jari saya", sambil membuat simbol pelatuk dengan tangannya.

[Gambas:Video CNN]
Ada pula foto-foto seorang pria dengan topeng ski memegang pistol.

Seorang juru bicara Facebook mengatakan pihaknya telah menghapus akun penembak tersebut. "Kami akan bekerja sepanjang waktu untuk menghapus segala konten yang melanggar terkait dengan serangan ini, segera setelah kami mengetahuinya".

(AFP/arh)