Suriah Patahkan Serangan Rudal dari Dataran Tinggi Golan

CNN Indonesia | Jumat, 14/02/2020 11:18 WIB
Suriah Patahkan Serangan Rudal dari Dataran Tinggi Golan Suriah berhasil mencegat serangan rudal yang datang dari Dataran Tinggi Golan yang dikuasai Israel. (Ilustrasi/Maxime POPOV / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Suriah melaporkan sistem pertahanan udara mereka berhasil mencegat serangan rudal yang datang dari Dataran Tinggi Golan dan menargetkan Ibu Kota Damaskus, Kamis (13/2).

"Pertahanan udara kami mencegat target yang bermusuhan di atas langit Damaskus," kata media pemerintah Suriah, SANA, Jumat (14/2).
SANA melaporkan "rudal yang diluncurkan berasal dari atas Dataran Tinggi Golan yang diduduki (Israel)".

Media itu juga merilis sebuah video yang menunjukkan militer Suriah tengah menembak rudal di atas langit Damaskus.


Militer Suriah juga disebut berhasil mencegat beberapa rudal lainnya sebelum mencapai target.

Seorang sumber tentara Suriah mengatakan serangan rudal itu terjadi sekitar Kamis pukul 23.45 waktu setempat. Seorang koresponden AFP di Damaskus juga mendengar ledakan keras.

[Gambas:Video CNN]

Sementara itu, lembaga pemantau hak asasi manusia, The Syrian Observatory for Human Rights, menuding Israel berada dibalik serangkaian serangan rudal itu. Namun, hingga kini Israel tak berkomentar apa-apa soal serangan itu.

Lembaga pemantau yang berbasis di Inggris itu menuturkan serangan rudal Israel itu menargetkan milisi pro-Iran yang berbasis di dekat Damaskus. Beberapa rudal disebut kelompok itu mengenai sasaran yang dituju, termasuk sebuah gudang senjata di dekat bandara.

Israel memang berulang kali meluncurkan serangan rudal ke sejumlah basis milisi pro-Iran di Suriah dengan tujuan mengakhiri kehadiran militer Iran di negara porak-poranda akibat perang sipil itu.


Awal bulan ini Israel juga meluncurkan serangan rudal ke Suriah hingga menewaskan 23 warga Suriah dan pejuang asing di negara itu. Observatorium melaporkan tiga warga Iran dan tujuh pejuang asing juga ikut tewas dalam serangan Israel di Suriah pada 6 Februari lalu. (rds/ayp)