Meski belum ada kasus virus corona yang terkonfirmasi, Myanmar dan Laos menyatakan telah mengambil serangkaian langkah pencegahan virus Covid-19 masuk, salah satunya pembatasan perjalanan bagi pendatang asing.
Dikutip The Straits Times, Myanmar dan Laos telah menerapkan lockdown atau penutupan perbatasan darat, menutup seluruh sekolah, dan mempersiapkan rumah sakit lengkap dengan fasilitas kesehatan pendukung jika sewaktu-waktu ada kasus corona terkonfirmasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami paham bahwa negara kami bisa terpapar Covid-19 kapan saja. Kami telah memeriksa orang-orang yang datang dari setiap bandara, pos perbatasan, dan memang sampai saat ini kami tidak menemukan (orang positif corona), tapi kami terus bersiaga," kata juru bicara Kemenkes Myanmar, Dokter Khin Khin Gyi, kepada Straits Times.
Sementara itu, Laos juga telah menutup semua sekolah, tempat-tempat hiburan, dan menetapkan area karantina selama 14 hari bagi pendatang dari negara berisiko.
Perwakilan Badan Kesehatan Dunia (WHO) di Laos, Dokter Reiko Tsuyuoka, melihat bahwa negara pemerintahan Presiden Bounnhang Vorachith itu sudah siap menghadapi virus corona jika wabah tersebut masuk.
"Jika nanti Covid-19 masuk ke Laos, saya kira kami akan mengetahui hal itu dengan cepat," kata Tsuyuoka.
Tsuyuoka juga menganggap Laos telah memiliki beberapa laboratorium bagus dan jaringan epidemiologis terlatih yang tersebar di seluruh negeri.
Meski begitu, Tsuyuoka mengaku bahwa Laos memiliki alat pemeriksaan Covid-19 terbatas sehingga sejauh ini negara tersebut melakukan tes corona terhadap orang-orang tertentu, seperti yang memiliki gejala dan telah menjalin kontak atau kemungkinan terpapar virus corona.
Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian |
Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian
Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian