WN Selandia Baru Positif Corona Sempat Transit di Bali

CNN Indonesia | Jumat, 28/02/2020 20:15 WIB
WN Selandia Baru Positif Corona Sempat Transit di Bali Ilustrasi. Selandia Baru mengkonfirmasi seorang warganya yang baru berkunjung dari Iran dan sempat singgah di Bali positif virus corona. (Chinatopix via AP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Selandia Baru mengkonfirmasi seorang warganya yang baru berkunjung dari Iran dan sempat singgah di Bali positif virus corona (covid-19), pada hari ini, Jumat (28/2).

Kasus itu menjadi yang pertama di negara tersebut. Seperti dilaporkan AFP, seorang perempuan berusia sekitar 60 tahun itu terbang dari Iran dengan tujuan Auckland, dan sempat transit di bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali.


Perempuan itu tiba di Auckland pada Rabu (26/2) lalu. Setelah merasa tidak sehat dan khawatir, dia segera dirujuk ke rumah sakit.


Selandia Baru meminta setiap penumpang yang ikut pada penerbangan terakhir di hari Rabu lalu dengan maskapai Emirates, yang bertolak dari Bali ke Auckland, untuk menghubungi pihak berwenang jika mereka merasa khawatir akan kondisi kesehatan mereka.

"Meskipun kami memiliki kasus covid-19 pertama kami, kemungkinan wabah komunitas tetap rendah," kata pernyataan itu.

Menteri Kesehatan Selandia Baru, David Clark, mengatakan akan mengawasi orang-orang yang datang dari Iran, sama dengan yang mereka lakukan terhadap penerbangan yang datang dari China.

Sementara itu, Nigeria pada hari ini menjadi negara pertama di kawasan sub-Sahara, Afrika, yang mengumumkan kasus infeksi virus corona.

[Gambas:Video CNN]

"Kasus ini melibatkan warga negara Italia yang bekerja di Nigeria dan kembali dari Milan, Italia ke Lagos, Nigeria pada 25 Februari 2020," cuit Menteri Kesehatan, Osagie Ehanire, dalam pernyataannya melalui Twitter.

"Pasien stabil secara klinis, tanpa gejala serius, dan sedang dirawat di Rumah Sakit Penyakit Menular di Yaba, Lagos", imbuhnya.

Sebelum kasus di Nigeria, dua kasus positif virus corona ditemukan di Mesir dan Aljazair.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) awal pekan ini memperingatkan bahwa sistem kesehatan Afrika dikhawatirkan tidak dilengkapi peralatan untuk mengatasi wabah virus corona.

Belanda juga mendeteksi kasus infeksi virus corona yang pertama terdeteksi pada Kamis (27/2) kemarin. Orang tersebut sempat mengunjungi wilayah Lombardia di utara Italia, daerah yang paling parah terdampak virus corona di Eropa.


Institut Nasional untuk Kesehatan Publik dan Lingkungan Kerajaan Belanda (RIVM) menyatakan, setiap orang yang memiliki kontak dekat dengan sang pasien telah diperiksa. Pasien tersebut saat ini ditempatkan di ruang isolasi di sebuah rumah sakit di utara kota Tilburg.

"Saya melakukan kontak langsung dengan (Menteri Kesehatan) Bruno Bruins, antara lain, mengenai langkah-langkah yang diambil untuk mempersiapkan negara kita dalam hal ini," kata Perdana Menteri Mark Rutte melalui Twitter, seraya mengungkapkan harapannya agar kondisi sang pasien segera pulih. (fdi/ayp)