WHO Naikkan Tingkat Ancaman Virus Corona ke Level Maksimum

CNN Indonesia | Sabtu, 29/02/2020 14:27 WIB
WHO Naikkan Tingkat Ancaman Virus Corona ke Level Maksimum Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menaikkan tingkat ancaman virus corona hingga maksimal setelah terdeteksi menyebar hingga Afrika. (FABRICE COFFRINI / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menaikkan tingkat ancaman virus corona (SARS CoV-2) hingga maksimum, setelah penyebarannya terdeteksi hingga Afrika dan berdampak luas terhadap kondisi perekonomian dunia.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (29/2), Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyatakan tingkat ancaman virus corona saat ini "sangat tinggi" karena kasus penularan dan tingkat kematian dan jumlah negara yang terdampak terus bertambah.


"(Perkembangan ini) sangat menjadi perhatian," kata Tedros dalam jumpa pers di Jenewa, Swiss.


Virus corona sampai saat ini terus menyebar ke sejumlah negara. Hal itu membuat banyak pemerintah menerapkan kebijakan untuk melindungi warga mereka dengan menutup perbatasan dan mengimbau warga mereka untuk tidak perlu bepergian untuk sementara waktu jika tidak mendesak.

"Kita masih punya kesempatan untuk mencegah penyebaran virus itu jika menerapkan kebijakan yang cermat dan tegas terkait deteksi kasus, isolasi serta penanganan pasien dan melacak siapa saja yang pernah bertemu dengan orang yang tertular," ujar Tedros.

[Gambas:Video CNN]

Selain China, kini virus corona juga mewabah di Korea Selatan, Iran, dan Italia.

"Kami melihat sejumlah negara terus berusaha untuk mencegah penyebaran (virus corona)," kata Kepala Program Darurat Kesehatan WHO, Michael Ryan.

WHO menyatakan cemas jika virus corona sampai menyebar di Afrika. Sebab, infrastruktur kesehatan di benua tersebut dianggap belum mampu menangani penyebaran wabah. Beberapa negara Afrika yang sudah mengonfirmasi virus corona adalah Nigeria, Mesir dan Aljazair dengan masing-masing satu kasus. 


Total korban meninggal akibat wabah virus corona sampai hari ini mencapai 2.924 orang. Sedangkan yang tertular mencapai 85.182 orang.

Di samping itu, jumlah pasien yang sembuh mencapai 39.485 orang. (ayp)