Waspada Corona, Prancis Batalkan Kegiatan Massal juga Maraton

CNN Indonesia | Sabtu, 29/02/2020 22:20 WIB
Menkes Prancis mengatakan di negaranya sejauh ini sejak akhir Januari lalu terdeteksi 73 pasien terinfeksi virus corona. Kota Paris dengan Menara Eiffel (paling tinggi) sebagai ikonnya. (Pixabay/elianemey)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Prancis mengeluarkan kebijakan membatalkan setiap kegiatan publik yang mengumpulkan lebih dari 5.000 orang dalam ruang tertutup sebagai bagian dari waspada virus corona (Covid-19).

Seperti dilansir , keputusan itu diambil setelah rapat khusus para menteri negara itu terkait wabah virus yang mulanya dideteksi di Wuhan, China.

Menteri Kesehatan Prancis Olivier Veran mengatakan sejauh ini ada 73 orang di negara itu yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona sejak akhir Januari lalu.


Di satu sisi, kegiatan half maraton Paris yang sedianya digelar pada Minggu (1/3) pun dibatalkan. Panitia kegiatan mengatakan lomba lari yang diikuti 44.000 orang itu dibatalkan setelah ada instruksi mengenai keramaian orang dari pemerintah Prancis.

Sementara itu, sejauh ini tak ada pembatalan lanjutan pertandingan sepak bola Liga Perancis pekan ini.

Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menaikkan tingkat ancaman virus corona hingga maksimum, setelah penyebarannya terdeteksi hingga Afrika dan berdampak luas terhadap kondisi perekonomian dunia.

"(Perkembangan ancaman ini) sangat menjadi perhatian," kata Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam jumpa pers di Jenewa, Swiss.

Virus corona sampai saat ini terus menyebar ke sejumlah negara. Hal itu membuat banyak pemerintah menerapkan kebijakan untuk melindungi warga mereka dengan menutup perbatasan dan mengimbau warga mereka untuk tidak perlu bepergian untuk sementara waktu jika tidak mendesak.

"Kita masih punya kesempatan untuk mencegah penyebaran virus itu jika menerapkan kebijakan yang cermat dan tegas terkait deteksi kasus, isolasi serta penanganan pasien dan melacak siapa saja yang pernah bertemu dengan orang yang tertular," ujar Tedros.

[Gambas:Video CNN]
Selain China, kini virus corona juga mewabah di Korea Selatan, Iran, dan Italia.

WHO menyatakan cemas jika virus corona sampai menyebar di Afrika. Sebab, infrastruktur kesehatan di benua tersebut dianggap belum mampu menangani penyebaran wabah. Beberapa negara Afrika yang sudah mengonfirmasi virus corona adalah Nigeria, Mesir dan Aljazair dengan masing-masing satu kasus. 

Hingga Sabtu petang, total korban meninggal akibat wabah virus corona sampai hari ini mencapai 2.924 orang. Sedangkan yang tertular mencapai 85.182 orang. Di satu sisi, jumlah pasien yang sudah dinyatakan sembuh mencapai 39.485 orang.

(AFP/kid)