Pernyataan tersebut disampaikan oleh juru bicara lembaga peradilan Iran, Gholamhossein Esmaili, seperti dikutip kantor berita setempat, Tasnim, dan dilansir CNN, Selasa (17/3).
Lihat juga:Ulama Iran Kembali Jadi Korban Virus Corona |
Esmaili mengatakan sekitar 50 persen narapidana dan tahanan yang dibebaskan sementara adalah mereka yang terjerat kasus terkait keamanan. Dia tidak merinci lebih jauh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sampai saat ini pemerintah Iran belum memberlakukan kebijakan isolasi total (lockdown) untuk mencegah penyebaran virus corona. Mereka hanya memerintahkan menutup sementara seluruh sekolah, menunda pelaksanaan kegiatan yang melibatkan keramaian, dan melarang penduduk bepergian untuk memperingati Tahun Baru Nowrouz.
[Gambas:Video CNN]
Iran juga untuk sementara meniadakan salat Jumat serta menutup parlemen.
Meski begitu, kebijakan tersebut dinilai belum efektif karena jumlah kasus infeksi dan korban meninggal terus meningkat. Menurut Kemenkes Iran, banyak pasien baru menampakkan gejala Covid-19 beberapa hari setelah terinfeksi.
Sampai saat ini kasus virus corona di Iran terbanyak berada di Provinsi Teheran. Disusul Isfahan, Mazandaran, Khorasan Razavi, dan Kota Qom.
(CNN Indonesia/Fajrian) |
(CNN Indonesia/Fajrian)