Benua Afrika Waspada Corona Usai Kematian di Burkina Faso

CNN Indonesia | Kamis, 19/03/2020 19:16 WIB
WHO meminta negara-negara di Benua Afrika mewaspadai penyebaran virus corona menyusul kabar kematian pertamadi Burkina Faso. Ilustrasi penyebaran virus corona. (Foto: ANTARA FOTO/ABRIAWAN ABHE)
Jakarta, CNN Indonesia -- Satu kematian pertama akibat virus corona (Covid-19) tercatat di Benua Afrika pada Rabu (18/3). Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi seorang politisi di Burkina Faso meninggal akibat terinfeksi virus corona.

Politisi perempuan berusia 62 tahun tersebut dinyatakan meninggal akibat virus corona dan merupakan penderita diabetes. Partai oposisi, Union for Progress and Change (UPC) dalam sebuah pernyataan mengatakan jika korban merupakan Rose-Marie Compaore, seorang anggota parlemen.

Mengutip AFP, selain kabar kematian pertama akibat corona, Burkina Faso pada Rabu mengonfirmasi tujuh orang dinyatakan positif Covid-19. Penambahan tujuh kasus menjadikan total 27 pasien positif virus corona.


WHO mendesak negara-negara di Benua Afrika bersiap untuk kemungkinan terburuk atas meningkatnya kasus virus corona di seluruh dunia. Sejauh ini WHO mencatat 233 kasus virus corona di sejumlah negara Afrika.

"Afrika harus bangun. Di negara-negara lain, kita telah melihat bagaimana penyebaran virus corona meningkat setelah titik kritis tertentu," ujar Direktur Jenderal World Health Organization Tedros Adhanom Ghebreyesu dalam konferensi pers.

"Kemungkinan ada kasus yang tidak terdeteksi atau tidak dilaporkan," ujarnya menambahkan.

[Gambas:Video CNN]

Dibandingkan negara-negara di benua lain, laporan kasus infeksi virus corona di Afrika relatif tertinggal. Namun jumlah kasus penyebarannya terus meningkat signifikan dalam beberapa hari terakhir.

Selain Burkina Faso, Afrika Selatan sebagai negara dengan ekonomi paling maju di benua itu juga melaporkan lonjakan kasus corona sebanyak 31 pasien baru, menjadikan total sebanyak 116 kasus.

Sementara Zambia melaporkan dua kasus pertama yang menimpa pasangan yang baru kembali dari liburan 10 hari ke Prancis.

Sejauh ini, sekitar 16 kasus penyebaran virus corona berakibat fatal di Mesir (enam kasus), Aljazair (enam kasus), Maroko (dua kasus), Sudan dan Burkina Faso masing-masing satu kasus.
Benua Afrika Waspada Corona Usai Kematian di Burkina FasoFoto: CNN Indonesia/Fajrian

Imbas ke pariwisata

Penyebaran virus corona di Afrika sebagian besar terdeteksi pada orang yang datang dari negara yang terdampak di Eropa dan Timur Tengah.

Sejumlah negara tujuan wisata terkena imbas akibat penyebaran virus corona. Angka penerbangan menurun drastis, maskapai bahkan telah menghentikan semua penerbangan ke Kepulauan Madagaskar.

Senada, Nigeria juga mulai melarang penerbangan dari negara-negara yang terdampak virus corona. Tanjung Verde, salah satu kepulauan di pantai barat Afrika juga mulai terkena imbas penurunan pariwisata akibat Covid-19.

Afrika Selatan juga telah melarang kapal pesiar bersandar di pelabuhan. Lebih dari 1.700 orang dilaporkan terkatung-katung di lepas pantai Cape Town lantaran pemerintah setempat khawatir kapal pesiar tersebut membawa virus corona.

Pemerintah Burkina Faso pun telah memerintahkan untuk menutup sementara sekolah dan pertemuan publik hingga akhir April mendatang.

Selain pariwisata, pemuka agama di Burkina Faso, Pantai Gading, dan Senegal juga sepakat untuk menghentikan sementara aktivitas peribadahan massal untuk melindungi umat. (AFP/evn)