Saudi Setop Semua Transportasi Publik Selama 14 Hari

CNN Indonesia | Jumat, 20/03/2020 18:35 WIB
Arab Saudi menghentikan sementara seluruh layanan transportasi umum seperti pesawat, kereta, bus, dan taksi selama 14 hari untuk menekan penyebaran Covid-19. Ilustrasi. Pemerintah Arab Saudi menghentikan sementara seluruh transportasi umum selama 14 hari untuk menekan penyebaran virus corona. (Foto: FAYEZ NURELDINE / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Arab Saudi menghentikan sementara seluruh jadwal penerbangan domestik dan layanan transportasi umum, termasuk bus, taksi, dan kereta api selama 14 hari. Upaya ini dilakukan untuk mengendalikan penyebaran virus corona.


Kantor berita Arab Saudi, SPA mencatat aturan penghentian sementara layanan transportasi umum itu akan berlaku mulai besok, Sabtu (21/3) selama dua minggu ke depan.

Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi mengatakan hanya akan memberikan izin bagi penerbangan darurat, misi kemanusiaan, evakuasi medis, dan penerbangan swasta yang telah mengantongi izin dari pihak otoritas penerbangan sipil.


Operator bus dan taksi akan mendapatkan sanksi jika melanggar aturan penghentian sementara operasional layanan transportasi.

Operator bus ini mencakup fasilitas milik pemerintah, swasta, dan perusahaan komersial yang mengantar jemput karyawan. Hanya bus untuk keperluan petugas kesehatan, kemanusiaan, dan keamanan yang diperbolehkan untuk tetap beroperasi.

Mengutip Arab News, jalur layanan kereta api yang terkena dampak penghentian operasional yakni jalur Riyadh-Dammam melalui Abqaiq dan Hofuf, jalur RIyadh-Jawf melalui Majmaa, Al-Qassim dan Hail, serta Haramain Express.

[Gambas:Video CNN]

Khusus untuk layanan kereta, pemerintah tetap memberikan izin operasional untuk kereta transportasi komersial. Termasuk diantaranya kereta barang yang beroperasi antara Pelabuhan King Abdulaziz di Dammam dan Pelabuhan Dry di Riyadh, serta kereta tambang milik Perusahaan Kereta Api Saudi 'Saar'.

Untuk transportasi air, feri pengangkut penumpang yang melayani jalur Jazan dan Pulau Farasan akan tetap diizinkan beroperasi. Namun jumlah penumpang dibatasi maksimal 100 orang dalam sekali perjalanan.

Kapal kargo tetap diizinkan untuk beroperasi, selama para kru di lapangan membatasi potensi penularan virus corona.

Layanan transportasi yang terkait sektor vital seperti kesehatan, layanan masyarakat, komoditas dasar seperti makanan, energi, air, dan komunikasi tetap diperbolehkan beroperasi.

Arab Saudi hingga saat ini tercatat memiliki 238 kasus virus corona dengan enam diantaranya dinyatakan sembuh. Sejauh ini belum ada laporan pasien meninggal akibat Covid-19.

Jauh sebelum menghentikan layanan transportasi, pihak Kerajaan Arab Saudi lebih dulu menghentikan sementara ibadah umrah pada akhir Februari lalu. Penghentian ibadah umrah untuk semua umat Muslim berlaku sepanjang tahun 2020 untuk menekan potensi penyebaran virus corona. (SPA/evn)