India Lockdown New Delhi dan 74 Daerah Hingga 31 Maret

CNN Indonesia | Senin, 23/03/2020 20:58 WIB
India Lockdown New Delhi dan 74 Daerah Hingga 31 Maret India memutuskan untuk lockdown 75 daerah termasuk kota besar seperti New Delhi, Mumdai, dan Bangalore untuk mencegah penularan virus corona. (Foto: Plixs/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah India mengumumkan untuk lockdown sejumlah kota termasuk New Delhi, Mumbai, dan sejumlah daerah lain mulai hingga 31 Maret mendatang. Lockdown (pembatasan wilayah) dilakukan untuk menekan angka penyebaran virus corona.

Total ada 75 daerah termasuk kota-kota besar seperti New Delhi, Mumbai, Bangalore, Chennai, Pune, Kolkata, Pune, dan Hyderabad yang terkena imbas keputusan ini.

Biro Informasi Pers India seperti mengutip CNN, mengatakan sektor bisnis diminta untuk bekerja dari rumah hingga akhir Maret. Semua toko, perusahaan komersial, pabrik, bengkel, pasar, rumah ibadah, hingga transportasi umum yang menghubungkan antar daerah juga akan berhenti beroperasi.


Sejumlah layanan yang tetap diperbolehkan beroperasi yakni toko kelontong, rumah sakit, apotek, pom bensin, layanan telekomunikasi, kantor pos, restoran yang menyediakan layanan pengiriman makanan.

Pemerintah mengatakan saat ini mengharuskan warganya untuk mematuhi aturan tersebut dan akan memberikan hukuman bagi warga yang ketahuan berkumpul di luar ruangan.

[Gambas:Video CNN]

Beberapa negara bagian mulai sepenuhnya memberlakukan aturan lockdown. Aturan ini akan berimbas terhadap lebih dari 750 juta warganya.

Di New Delhi, lebih dari 16 juta warga telah diminta untuk tetap berada di rumah dan menghentikan seluruh aktivitas. Layanan transportasi umum, toko-toko, pabrik, kuil, dan kantor telah dilarang beroperasi.

Menteri utama mengumumkan di negara bagian utara Punjab, sejumlah layanan penting akan tetap beroperasi di tengah lockdown. Punjab hingga saat ini mengonfirmasi lebih dari 20 kasus virus corona dan satu kematian.

Dr Balram Bhargava, direktur jenderal Dewan Riset Medis India, mengatakan jika pemerintah India saat ini telah melakukan sekitar 5.000 tes Covid-19 dalam sepekan terakhir dan total 15 ribu tes.

Pemerintah juga telah mengoperasikan 111 laboratorium yang berkapasitas 60 ribu hingga 70 ribu pengujian per minggu. Selain itu, pemerintah juga menggandeng 60 laboratorium swasta untuk meningkatkan kapasitas pengetesan.

Hingga saat ini, India melaporkan 415 kasus virus corona dan tujuh kematian dan 24 pasien dinyatakan sembuh. (CNN/evn)