AS Catat Lonjakan Korban Meninggal karena Corona

CNN Indonesia | Rabu, 25/03/2020 09:50 WIB
AS Catat Lonjakan Korban Meninggal karena Corona Ilustrasi. Korban meninggal akibat virus corona di AS bertambah drastis, 163 orang dalam sehari. (Foto: ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jumlah pasien Covid-19 yang meninggal dunia di Amerika Serikat per hari ini, Rabu (25/3) bertambah 163 kasus dalam sehari. Jumlah tersebut tercatat sebagai yang terbanyak sejak AS mengumumkan kasus virus corona pertama pada 21 Januari lalu.

Mengutip CNN, total angka kematian akibat virus corona di AS hingga saat ini menjadi 704, sementara kasus positif corona mencapai 52.976.

Total laporan kasus positif tersebut tersebar di 50 negara bagian di AS, hingga negara bagian Kolombia, serta kasus yang direpatriasi.


AS sendiri menempati urutan ketiga dalam daftar negara dengan kasus corona terbanyak di dunia, menyusul China dan Italia. Sehari sebelumnya, laporan jumlah pasien yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona melonjak drastis hingga menyentuh 46.145 kasus.

Presiden AS Donald Trump mengatakan akan membuka kembali AS sebelum perayaan Paskah, 12 April nanti. Ia tak ingin menerapkan lockdown terlalu lama di negaranya. Trump menganggap lockdown berkepanjangan bisa menghancurkan AS.

[Gambas:Video CNN]

"Banyak orang sepakat dengan saya. Negara ini tidak dibangun untuk tertutup. Kalian bisa menghancurkan sebuah negara jika menutupnya seperti ini terus," ujar Trump kepada Fox News pada Selasa (24/3).

Per kemarin, dilaporkan angka positif corona mencapai 381.739 kasus di seluruh dunia. Dari angka tersebut 16.558 kasus meninggal dan 102.429 kasus dinyatakan sembuh.

Kasus terbanyak masih dipegang China sebagai sumber penyebaran, yakni 81.171 kasus dan 3.277 kasus meninggal. Kendati demikian, jumlah korban meninggal di seluruh dunia saat ini justru terjadi di Italia.

Kemudian disusul Italia 63.927 kasus, dengan jumlah kasus meninggal dunia terbanyak dengan 6.077 kasus. (fey/evn)