Pusat karantina massal ini disiapkan sebagai penampungan sementara orang-orang yang memiliki gejala ringan terinfeksi virus corona.
Sebelumnya Hamas telah mengoperasikan tambahan berupa 18 pusat karantina di klinik dan hotel untuk mencegah penyebaran virus corona. Seluruh pusat karantina diharapkan bisa menampung hingga 1.000 orang dan bisa siap digunakan dalam beberapa pekan ke depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Badan Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan Gaza hanya memiliki 60 resporatory (alat bantu pernapasan), sekitar 15 diantaranya sudah digunakan oleh pasien Covid-19.
[Gambas:Video CNN]
WHO menggandeng pejabat kesehatan setempat dan kementerian kesehatan Israel yang tidak memiliki kontak langsung dengan Hamas, untuk mengimpor peralatan yang dibutuhkan dari donor internasional.
Tidak diketahui sejauh mana peta penyebaran virus corona di Gaza. Diperkirakan saat ini hanya 20 persen dari sekitar 1.700 orang yang berada di pusat karantina telah melalui tes virus corona.
Foto: CNN Indonesia/Timothy Loen |
Warga juga diminta untuk tinggal di rumah, namun masih ada yang tetap beraktivitas di luar ruangan dan berkumpul di kedai kopi dan restoran.
Ahli epidemiologi, Dr Yahia Abed mengatakan rendahnya disiplin dan komitmen warga terhadap upaya pencegahan penyebaran virus corona justru mengkhawatirkan. Mengingat siapa pun bisa terpapar virus sehingga diperlukan kesadaran untuk melakukan isolasi diri di rumah.
Para ahli memperingatkan jika epidemi virus corona di Gaza kemungkinan akan menjadi bencana, mengingat tingkat kemiskinan tinggi, populasi padat, dan lemahnya sistem kesehatan. (ap/evn)
Foto: CNN Indonesia/Timothy Loen