Kantor Perdana Menteri menyatakan karantina dilakukan sebagai tindakan pencegahan walaupun Netanyahu tidak berada dalam jarak dekat dengan staf yang terinfeksi tersebut.
Sementara itu sebuah pernyataan dari parlemen Israel menjelaskan staf yang terinfeksi virus corona tersebut bernama Rivka Paluch. Ia merupakan pembantu parlemen Netanyahu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selama dua minggu terakhir keduanya tidak pernah berada di ruangan yang sama pada waktu yang sama," kata mereka seperti dikutip dari AFP, Senin (30/3).
Pernyataan itu lebih lanjut mencatat penyelidikan epidemiologis terus dilakukan. Pernyataan tersebut juga menyebut Netanyahu dan staf dekatnya akan dikarantina sampai tes selesai.
Israel saat ini memiliki lebih dari 4.000 kasus infeksi virus corona. Mereka telah memberlakukan pembatasan untuk menahan penyebaran virus, termasuk larangan total terhadap gerakan yang tidak esensial.
[Gambas:Video CNN]
(afp/agt)