Netanyahu Dikarantina karena Staf Terinfeksi Virus Corona

CNN Indonesia | Senin, 30/03/2020 22:52 WIB
PM Israel Benjamin Netanyahu sebenarnya tidak pernah melakukan kontak dengan staf terinfeksi corona. Karantina dilakukan demi keamanan. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu harus dikarantina karena staf terinfeksi virus corona. (Gali Tibbon/Pool via AP).
Jakarta, CNN Indonesia -- Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menjalani karantina pencegahan virus corona mulai Senin (30/3). Karantina dilakukan setelah salah seorang stafnya dinyatakan positif terkena virus corona.

Kantor Perdana Menteri menyatakan karantina dilakukan sebagai tindakan pencegahan walaupun Netanyahu tidak berada dalam jarak dekat dengan staf yang terinfeksi tersebut.

Sementara itu sebuah pernyataan dari parlemen Israel menjelaskan staf yang terinfeksi virus corona tersebut bernama Rivka Paluch. Ia merupakan pembantu parlemen Netanyahu. 


Mereka mencatat tiga tanggal Rivka Paluch berada di gedung itu.

Sementara itu sebuah pernyataan dari kantor Netanyahu mengatakan menurut penilaian awal perdana menteri tidak perlu dikarantina. Pasalnya, dia tidak melakukan kontak dekat dengan staf yang terinfeksi virus corona tersebut.

"Selama dua minggu terakhir keduanya tidak pernah berada di ruangan yang sama pada waktu yang sama," kata mereka seperti dikutip dari AFP, Senin (30/3).

Pernyataan itu lebih lanjut mencatat penyelidikan epidemiologis terus dilakukan. Pernyataan tersebut juga menyebut Netanyahu dan staf dekatnya akan dikarantina sampai tes selesai.

Israel saat ini memiliki lebih dari 4.000 kasus infeksi virus corona. Mereka telah memberlakukan pembatasan untuk menahan penyebaran virus, termasuk larangan total terhadap gerakan yang tidak esensial.

[Gambas:Video CNN]


(AFP/agt)