Sebagian besar penyebaran virus corona di Amerika Latin diketahui dibawa oleh kalangan elite yang kembali dari berlibur atau berdinas ke negara-negara Eropa dan Amerika Serikat.
Berbeda dengan kalangan menengah ke bawah, kebanyakan kaum elite dinyatakan pulih dari Covid-19 setelah mendapat perawatan, atau cukup dengan melakukan karantina mandiri di rumah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Amerika Latin adalah wilayah yang paling tidak setara di seluruh dunia. Kita berbicara tentang perbedaan kelas yang tidak seperti tempat lain di planet ini," kata seorang peneliti di Kedutaan Washington di Amerika Latin, Geoff Ramsey seperti mengutip Associated Press.
[Gambas:Video CNN]
Nasib si miskin di Haiti
Marie-Ange Bouzi, pedagang tomat dan bawang di ibu kota Haiti merupakan salah satunya. Ia mengaku tidak mendapatkan insentif jika mengikuti aturan untuk tinggal di rumah. Oleh karena itu, ia memilih untuk tetap berjualan ketimbang berdiam diri di rumah dan tidak mendapat penghasilan.
"Saya tidak akan menghabiskan uang melawan corona. Orang tidak akan tinggal di rumah. Bagaimana mereka akan makan? Haiti tidak terstruktur untuk itu (karantina)," ujar Bouzi.
Foto: CNN Indonesia/Fajrian |
Selain Bouzi, ada ratusan pedagang kaki lima di Haiti yang berpenghasilan pas-pasan. Mereka memilih tetap bekerja demi menghasilkan beberapa dolar sehari untuk bertahan hidup, dibandingkan mengkarantina diri dalam situasi kelaparan.
Haiti merupakan negara termiskin di belahan barat Bumi yang melaporkan dua kasus virus corona pertama pada 20 Maret lalu.
Direktur kesehatan Haiti mengungkapkan, salah satu pasien yang terinfeksi corona merupakan Roody Roodboy, seorang musisi R&B yang baru pulang dari Prancis. Pria bernama asli Roody Petuel Dauphin ini sempat dikarantina di rumahnya dan seluruh krunya diminta melakukan pemeriksaan.
Data yang dihimpun Worldometers mencatat 15 orang di Haiti terinfeksi virus corona, satu diantaranya dinyatakan sembuh.
Selain mengeluarkan aturan tetap tinggal di rumah, pemerintah Haitu juga telah memangkas jam kerja bagi kantor pemerintahan dan perbankan serta menutup sekolah. Namun warga masih meramaikan pasar, bus, dan truk pick up.
Lanjut ke halaman berikutnya: Arogansi si kaya dan insentif pemerintah.
Foto: CNN Indonesia/Fajrian