Imigran Perempuan di Yunani Positif Corona Usai Melahirkan

fnd, CNN Indonesia | Kamis, 02/04/2020 02:46 WIB
Seorang perempuan pencari suaka asal Afrika di Yunani dinyatakan positif corona setelah melahirkan di RS Athena. Ilustrasi imigran. Seorang perempuan pencari suaka asal Afrika di Yunani dinyatakan positif corona setelah melahirkan di RS Athena. (AP Photo/Nariman El-Mofty)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang perempuan imigran pencari suaka di Yunani yang baru melahirkan dinyatakan positif virus corona.

Menurut Kementerian Migrasi dan Suaka Yunani pada Selasa (31/3) kemarin, pencari suaka tersebut berada di sebuah kamp penampungan pengungsi di dekat Athena.


Dia telah menjalani pemeriksaan dan dinyatakan positif virus corona setelah melahirkan di rumah sakit Athena.


Dikutip dari AFP, Rabu (1/4), perempuan yang tidak disebutkan namanya itu merupakan seorang pengungsi yang berasal dari Afrika dan tinggal di kamp pengungsi di kota Ritsona, sekitar 80 kilometer utara Athena.

Meski demikian, tidak disebutkan apakah perempuan itu terinfeksi saat berada di rumah sakit bersalin atau sebelumnya.

Ini adalah kasus pertama Covid-19 di antara pencari suaka yang tinggal di kamp penampungan di Yunani. Menurut data dari Kementerian Migrasi dan Suaka Yunani, hingga 2018 ada 24.476 pencari suaka di Yunani.

Sekitar 9.086 orang atau 37 persen di antaranya adalah perempuan dewasa. Mayoritas datang dari Afghanistan dan Irak, tetapi ada juga yang berasal dari Eritrea dan Somalia.

Kementerian itu juga menyatakan telah melakukan tes terhadap pengungsi lain yang tinggal dengan pasien Covid-19 tersebut, dan mereka dinyatakan negatif dari infeksi virus corona.

[Gambas:Video CNN]

"Organisasi kesehatan masyarakat sudah melacak kontak kasus ini dalam beberapa hari terakhir, dan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk melindungi penduduk (yang berada di dalam kamp) dan staf," kata kementerian migrasi.

Tim medis khusus juga telah dikerahkan ke kamp-kamp, dan area isolasi virus dan titik-titik pemeriksaan sedang disiapkan.

Sepuluh staf medis di rumah sakit juga telah dikarantina dan tiga orang lainnya di ruangan yang sama dengan wanita itu sedang diuji, kata seorang sumber di rumah sakit.

Di Yunani, tercatat ada 1.212 kasus COVID-19, dan 46 orang meninggal.

Di kamp-kamp itu, tempat puluhan ribu pencari suaka hidup dalam kondisi yang penuh sesak dan tidak higienis. Pemerintah Yunani telah menerbitkan peraturan untuk menjauhkan para pencari suaka dan pengungsi dari penduduk lokal.
Imigran Perempuan di Yunani Positif Corona Usai Melahirkan(CNN Indonesia/Fajrian)
Menurut data dari Komite Penyelamat Internasional (IRC), sekitar 38 ribu pengungsi berada di daratan Yunani, dan sisanya tersebar di beberapa pulau seperti Lesbos, Chios, dan Samos.

Selain itu, jam malam juga diberlakukan untuk 30 hari ke depan, dengan akses ke komunitas terdekat hanya diizinkan untuk kelompok-kelompok kecil di bawah pengawasan polisi antara pukul 07.00 dan 19.00.

Akses kamp ke pengunjung luar juga dilarang, meskipun perwakilan bantuan dan kelompok hak asasi masih diizinkan untuk masuk. (ayp)