600 Tenaga Kesehatan Turki Terinfeksi Virus Corona
CNN Indonesia
Kamis, 02 Apr 2020 03:33 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Kesehatan Turki melaporkan seorang dokter di negara mereka meninggal akibat virus corona. Itu adalah kematian dokter pertama di Turki akibat virus corona.
Selain itu, lebih dari 600 petugas kesehatan telah terinfeksi virus corona baru.
"Jumlah teman dokter, perawat, atau petugas kesehatan kami yang terpengaruh virus corona tinggi," kata Menteri Kesehatan Turki Fahrettin Koca seperti dikutip dari AFP, Kamis (2/4).
Selain itu, Koca melaporkan 2.148 orang telah dites di negaranya positif mengidap virus corona. Hasil tes tersebut membuat kasus infeksi virus corona naik menjadi 15.679.
Dari jumlah tersebut, 63 orang di antaranya meninggal dalam 24 jam terakhir. Kasus tersebut mengakibatkan kematian akibat virus corona di Turki naik tajam menjadi 277.
Koca mengatakan setengah dari total kasus infeksi virus corona di Turki dicatat di Istanbul. Kasus kematian akibat virus corona di kota tersebut mencapai 117 dan infeksi mencapai 8.852.
Turki telah mengambil serangkaian langkah-langkah untuk mencoba membatasi penyebaran virus corona dengan menutup sekolah, mengkarantina sekitar 50 kota dan daerah dan memberlakukan jam malam untuk orang tua berusia di atas 65 tahun.
[Gambas:Video CNN]
(afp/agt)
Selain itu, lebih dari 600 petugas kesehatan telah terinfeksi virus corona baru.
"Jumlah teman dokter, perawat, atau petugas kesehatan kami yang terpengaruh virus corona tinggi," kata Menteri Kesehatan Turki Fahrettin Koca seperti dikutip dari AFP, Kamis (2/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Koca mengatakan setengah dari total kasus infeksi virus corona di Turki dicatat di Istanbul. Kasus kematian akibat virus corona di kota tersebut mencapai 117 dan infeksi mencapai 8.852.
Turki telah mengambil serangkaian langkah-langkah untuk mencoba membatasi penyebaran virus corona dengan menutup sekolah, mengkarantina sekitar 50 kota dan daerah dan memberlakukan jam malam untuk orang tua berusia di atas 65 tahun.
[Gambas:Video CNN]
(afp/agt)