Namun, Trump menilai aturan menutup wajah menggunakan masker tidak perlu diwajibkan. Ia menilai beberapa orang di AS tidak terbiasa menggunakan masker untuk menutup wajah mereka ketika bepergian.
Sebelumnya, Trump juga mengatakan warga AS tidak perlu menggunakan masker wajah untuk mencegah penyebaran virus. Alih-alih menyarankan penggunaan masker, ia justru mewajibkan orang-orang menutup wajah menggunakan syal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam banyak hal, syal lebih baik. Lebih tebal," katanya Trump seperti dikutip dari CNN, Jumat (3/4).
Sejauh ini, belum banyak bukti ilmiah yang menunjukkan masker dapat mencegah penularan penyakit pernapasan. Namun, beberapa ahli berpendapat bahwa masker kain non-medis mungkin dapat menurunkan risiko penularan.
[Gambas:Video CNN]
Pada Kamis (2/4), pemerintahan Trump dilaporkan tengah menyelesaikan panduan terkait imbauan penggunaan penutup wajah saat keluar rumah. Wakil Presiden AS Mike Pence mengatakan, imbauan tersebut akan dikeluarkan dalam beberapa hari ke depan.
Penasihat kesehatan Trump untuk gugus tugas virus corona, Dr. Deborah Birx, memperingatkan imbauan penggunaan masker dapat menimbulkan persepsi yang keliru terkait pengamanan, sehingga menyebabkan warga AS mengabaikan pedoman menjaga jarak (social distancing).
Lihat juga:Trump Curiga China Tutupi Data Virus Corona |
"Itu bukan pengganti pedoman presiden (tentang jarak sosial) yang sudah keluar. Jangan keliru dan merasa aman bahwa masker itu dapat melindungi Anda secara eksklusif dari infeksi," ujarnya.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan CDC AS pun menyarankan agar masyarakat tidak menggunakan masker kecuali mereka benar-benar sakit.
Foto: CNN Indonesia/Timothy Loen |
Foto: CNN Indonesia/Timothy Loen