Trump Sarankan Pakai Syal untuk Cegah Penularan Corona

CNN Indonesia | Sabtu, 04/04/2020 07:45 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyarankan penggunaan syal ketimbang masker untuk mencegah penularan virus corona. Presiden AS Donald Trump menyarankan penggunaan syal untuk cegah penularan virus corona. (Foto: NICHOLAS KAMM / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump segera menerbitkan pedoman nasional terkait penggunaan masker di ruang terbuka. Ia mengaku terbuka terhadap gagasan anggota gugus tugas yang menyarankan penutupan wajah untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19).

Namun, Trump menilai aturan menutup wajah menggunakan masker tidak perlu diwajibkan. Ia menilai beberapa orang di AS tidak terbiasa menggunakan masker untuk menutup wajah mereka ketika bepergian.

Sebelumnya, Trump juga mengatakan warga AS tidak perlu menggunakan masker wajah untuk mencegah penyebaran virus. Alih-alih menyarankan penggunaan masker, ia justru mewajibkan orang-orang menutup wajah menggunakan syal.


"Gunakan syal jika Anda mau. Daripada pergi keluar dan membeli masker atau apa pun," katanya saat pengarahan di Gedung Putih, Selasa (31/1), seperti dikutip CNN.

Trump menyatakan bahwa penutup kain seperti syal akan lebih disukai. Menurutnya, penggunaan syal lebih baik karena lebih tebal dan dapat menghindari kekurangan masker yang diperlukan di rumah sakit.

"Dalam banyak hal, syal lebih baik. Lebih tebal," katanya Trump seperti dikutip dari CNN, Jumat (3/4).

Sejauh ini, belum banyak bukti ilmiah yang menunjukkan masker dapat mencegah penularan penyakit pernapasan. Namun, beberapa ahli berpendapat bahwa masker kain non-medis mungkin dapat menurunkan risiko penularan.

[Gambas:Video CNN]

Pada Kamis (2/4), pemerintahan Trump dilaporkan tengah menyelesaikan panduan terkait imbauan penggunaan penutup wajah saat keluar rumah. Wakil Presiden AS Mike Pence mengatakan, imbauan tersebut akan dikeluarkan dalam beberapa hari ke depan.

Penasihat kesehatan Trump untuk gugus tugas virus corona, Dr. Deborah Birx, memperingatkan imbauan penggunaan masker dapat menimbulkan persepsi yang keliru terkait pengamanan, sehingga menyebabkan warga AS mengabaikan pedoman menjaga jarak (social distancing).

Birx mengatakan pejabat Gedung Putih masih memperdebatkan pedoman terkait imbauan penggunaan masker tersebut.

"Itu bukan pengganti pedoman presiden (tentang jarak sosial) yang sudah keluar. Jangan keliru dan merasa aman bahwa masker itu dapat melindungi Anda secara eksklusif dari infeksi," ujarnya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan CDC AS pun menyarankan agar masyarakat tidak menggunakan masker kecuali mereka benar-benar sakit.

Trump Sarankan Pakai Syal untuk Cegah Penularan CoronaFoto: CNN Indonesia/Timothy Loen
(ang/evn)